Vatikan mengambil langkah tegas terhadap kelompok gereja Katolik ultra-konservatif, Serikat Santo Pius X (SSPX). Sebanyak enam uskup dari kelompok tersebut dijatuhi sanksi ekskomunikasi sebagai hukuman terberat atas tindakan pembangkangan terhadap otoritas Paus Leo XIV.
Keputusan ini dikeluarkan oleh Dikasteri Doktrin Iman Vatikan tepat satu hari setelah SSPX melakukan pentahbisan empat uskup tanpa mengantongi restu resmi. Padahal, Paus Leo XIV secara pribadi telah memohon agar prosesi penahbisan tersebut dibatalkan.
Takhta Suci menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum kanonik. Paus Leo XIV menyebut langkah kelompok itu sebagai tindakan skismatik yang berpotensi memecah belah kesatuan gereja yang menaungi sekitar 1,4 miliar umat di seluruh dunia.
Ekskomunikasi otomatis ini dijatuhkan kepada empat uskup yang baru ditahbiskan, yakni dua warga negara Prancis, satu dari Amerika Serikat, dan satu dari Swiss. Sanksi serupa juga dikenakan kepada dua uskup senior yang memimpin jalannya upacara di Econe, Swiss barat daya.
Prosesi penahbisan itu sendiri berlangsung selama kurang lebih empat jam dalam misa berbahasa Latin. Acara yang digelar di sebuah ladang di Econe tersebut dihadiri oleh sekitar 15.000 jemaat. Lokasi tersebut memiliki catatan sejarah tersendiri, karena di tempat yang sama, pendiri SSPX yakni Marcel Lefebvre pernah melakukan hal serupa 38 tahun silam.
Serikat Santo Pius X dikenal sebagai kelompok ultra-tradisionalis yang memisahkan diri dari Gereja Katolik Roma sejak 1970. Kelompok ini menolak berbagai reformasi liberal yang muncul melalui Konsili Vatikan II pada tahun 1960-an.
Meskipun SSPX memiliki pengikut sekitar 600.000 orang dengan dukungan 700 imam, Vatikan memandang gerakan ini sebagai ancaman serius. Di Amerika Serikat, SSPX memiliki basis yang cukup aktif, termasuk kantor pusat di Missouri dan seminari di Dillwyn, Virginia. Salah satu uskup yang baru ditahbiskan, Pastor Michael Goldade, diketahui merupakan pimpinan seminari di Virginia tersebut.
Pihak SSPX sendiri bersikukuh bahwa langkah mereka bukan merupakan bentuk pemberontakan. Pastor Michel Rion, seorang dosen teologi di seminari SSPX, menyatakan bahwa pentahbisan tersebut lahir dari rasa cinta yang mendalam terhadap gereja.
Kendati demikian, Vatikan tetap konsisten dengan pendiriannya. Mengingat statusnya sebagai kepala gereja universal, Paus Leo XIV menegaskan bahwa penahbisan uskup tanpa persetujuan Takhta Suci merupakan pelanggaran berat yang tidak dapat ditoleransi. Sanksi ekskomunikasi ini menjadi penegasan terbaru Vatikan dalam menjaga disiplin dan doktrin di tengah tantangan internal gereja.











