Pemerintah terus mematangkan kesiapan implementasi mandatori biodiesel B50 di tanah air. Salah satu kunci keberhasilan program ini terletak pada kestabilan pasokan bahan baku dari perkebunan rakyat.
Menjawab tantangan tersebut, PT Trieka Agro Nusantara (TAN) bergerak melalui inisiatif bertajuk TAP Untuk Negeri. Mereka meluncurkan Program Petani Berkualitas dan Sejahtera (PERKASA) guna mendongkrak kapasitas budidaya petani sawit.
Program ini menyasar para petani di sekitar wilayah operasional perusahaan. Fokus utamanya adalah meningkatkan hasil produksi melalui serangkaian pelatihan komprehensif, baik secara teori maupun praktik lapangan.
Kepala Bidang Perbenihan dan Budidaya Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah, Jayan Wahyudi, memberikan apresiasi terhadap langkah ini. Ia berharap pelatihan tersebut dapat membekali petani dengan keterampilan teknis yang lebih mumpuni.
Menurut Jayan dalam keterangannya pada Kamis (2/7/2026), peningkatan kompetensi petani sangat krusial. Hal ini secara langsung akan berdampak pada kualitas dan kuantitas hasil produksi sawit nasional.
Kurikulum dalam program PERKASA dirancang secara mendalam. Materi pelatihan mencakup pemilihan bibit unggul, teknik pemupukan yang tepat, hingga perawatan tanaman secara berkala.
Selain itu, peserta dibekali cara pengendalian gulma serta pengelolaan kebun yang efisien. Tujuannya agar produktivitas lahan petani tetap terjaga secara berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Inovasi lain yang dihadirkan adalah layanan konsultasi agronomi berbasis WhatsApp. Fasilitas ini memungkinkan para petani untuk berdiskusi langsung mengenai kendala yang dihadapi di lapangan.
Pendampingan berkelanjutan ini dipastikan tidak berhenti setelah sesi pelatihan usai. Layanan digital tersebut menjadi solusi praktis bagi petani untuk terus belajar dan memecahkan persoalan budidaya kapan saja.
Penguatan sektor hulu melalui pemberdayaan petani swadaya menjadi langkah strategis. Keberhasilan mandatori B50 nantinya tidak hanya bergantung pada industri hilir, tetapi juga pada produktivitas kebun rakyat.
Melalui sinergi antara swasta dan pemerintah ini, diharapkan kesejahteraan petani sawit di berbagai daerah dapat meningkat. Secara bersamaan, ketersediaan bahan baku untuk energi terbarukan dapat terpenuhi sesuai target pemerintah.
Program ini juga diharapkan menjadi model percontohan bagi perusahaan lain. Keterlibatan aktif sektor swasta dalam mendampingi petani menjadi instrumen penting dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Dengan adopsi praktik budidaya modern yang berkelanjutan, petani sawit lokal kini memiliki posisi tawar yang lebih baik. Mereka tidak hanya sekadar menanam, tetapi juga mengelola kebun secara profesional demi masa depan industri sawit yang lebih cerah.











