Awas Terjebak Mitos, Pakar Peringatkan Bahaya Konten Sunscreen di Media Sosial

Muzairi M

Media sosial kini menjadi sumber utama informasi kesehatan bagi banyak orang, terutama generasi muda. Namun, sebuah studi terbaru menyoroti fenomena mengkhawatirkan terkait tren tabir surya atau sunscreen di platform seperti TikTok.

Berdasarkan riset yang dipublikasikan dalam jurnal PLOS Digital Health pada 18 Juni 2026, peneliti melakukan analisis mendalam terhadap 971 video terkait sunscreen. Hasilnya menunjukkan bahwa mayoritas konten di platform tersebut sebenarnya bersifat positif dan menganjurkan penggunaan tabir surya.

Meski demikian, terdapat temuan yang cukup kontras. Sebanyak 16 video di antaranya justru secara terang-terangan tidak menganjurkan penggunaan sunscreen atau mempertanyakan keamanannya.

Masalah utamanya bukan terletak pada jumlah video tersebut, melainkan pada tingkat keterlibatan atau engagement yang dihasilkan. Konten yang memuat misinformasi justru cenderung mendapatkan perhatian lebih besar dan viral dibandingkan konten edukasi kesehatan yang lugas.

Paul Banwell, seorang ahli bedah plastik dan kosmetik asal Inggris, memberikan pandangannya terkait tren ini. Menurutnya, media sosial memiliki kecenderungan untuk lebih menghargai konten yang provokatif.

Klaim yang menantang saran medis standar sering kali memicu perdebatan sengit di kolom komentar. Hal inilah yang kemudian memungkinkan mitos berbahaya tentang sunscreen berkembang pesat dan dianggap sebagai kebenaran oleh publik.

Banwell mengingatkan bahwa masyarakat sering salah mengartikan popularitas sebuah video sebagai kredibilitas. Banyak orang merasa informasi tersebut akurat hanya karena memiliki jutaan penayangan, padahal faktanya tidak selalu demikian.

Dampak dari misinformasi ini sangat nyata. Jika masyarakat, khususnya anak muda, enggan menggunakan tabir surya karena termakan hoaks, risiko kesehatan kulit akan meningkat secara signifikan.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara TikTok menyatakan bahwa pihak platform sebenarnya telah melarang penyebaran informasi kesehatan yang salah. Kebijakan ini mencakup saran medis tidak akurat yang berpotensi menghalangi seseorang untuk mencari perawatan profesional.

Lebih jauh, Banwell menyoroti fokus diskusi sunscreen di media sosial yang saat ini terlalu berat pada aspek kecantikan. Banyak kreator konten hanya membahas sunscreen sebagai cara mencegah kerutan, pigmentasi, atau penuaan dini.

Padahal, fungsi utama tabir surya adalah sebagai benteng pertahanan terhadap kanker kulit. Menurut Banwell, kanker kulit merupakan salah satu jenis kanker paling umum di dunia, namun pembahasannya masih kalah populer dibanding konten kosmetik.

Ia berharap para influencer dapat lebih bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi kesehatan. Idealnya, narasi mengenai manfaat estetika dan pentingnya pencegahan kanker kulit harus berjalan beriringan agar masyarakat mendapatkan edukasi yang komprehensif dan akurat.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All