Bernie Ecclestone: Merekrut Max Verstappen Jauh Lebih Murah daripada Mengembangkan Mobil

Wibowo

Masa depan Max Verstappen di ajang Formula 1 kini menjadi perbincangan hangat di lingkungan paddock. Pembalap asal Belanda itu santer dikabarkan tengah mempertimbangkan berbagai opsi, mulai dari rumor kepindahan ke McLaren, bertahan di Red Bull, hingga kemungkinan pensiun dini akibat ketidaksukaannya terhadap regulasi teknis tahun 2026.

Di tengah spekulasi tersebut, mantan bos besar Formula 1, Bernie Ecclestone, ikut angkat bicara. Pria berusia 95 tahun yang memimpin ajang balap jet darat ini sebelum diambil alih Liberty Media pada 2017 itu, memberikan pandangan tajam terkait posisi juara dunia empat kali tersebut.

Saat hadir di Grand Prix Austria, Ecclestone menegaskan bahwa memiliki Verstappen dalam tim adalah investasi terbaik bagi siapa pun. Menurutnya, biaya untuk mendatangkan pembalap sekaliber Verstappen jauh lebih efisien dibandingkan harus mengeluarkan dana besar untuk riset dan pengembangan mobil.

Ecclestone menyatakan bahwa jika dirinya memiliki tim saat ini, hal pertama yang akan dilakukan adalah merekrut Max Verstappen dengan harga berapapun. Baginya, langkah itu jauh lebih murah daripada mencoba memperbaiki performa mobil yang kurang kompetitif.

Terkait destinasi yang paling tepat untuk menunjukkan talenta luar biasa Verstappen, Ecclestone tidak ragu memberikan saran. Ia mengaku sempat menyarankan kepada Verstappen untuk bergabung dengan tim legendaris asal Italia, Ferrari. Namun, ia menyadari bahwa situasi saat ini cukup rumit bagi sang pembalap untuk menentukan langkah besar berikutnya.

Tidak hanya Verstappen, Ecclestone juga mengungkapkan bahwa dirinya pernah berdiskusi mengenai prospek karier dengan mantan bos Red Bull, Christian Horner. Horner sendiri diketahui telah meninggalkan perannya di Red Bull sejak setahun lalu dan belum terlihat kembali di paddock F1.

Ecclestone menyoroti posisi sulit yang sedang dihadapi Horner saat ini. Ia berpendapat bahwa ke mana pun Horner melangkah, tantangan untuk meraih kesuksesan akan selalu ada. Jika gagal, banyak pihak akan membandingkan pencapaiannya saat masih berada di bawah naungan anggaran besar Red Bull dengan kondisi tim barunya nanti.

Meski sempat mencoba meyakinkan Horner untuk mencoba peruntungan di Ferrari, Ecclestone mengakui bahwa saat ini ia tidak memiliki gambaran mengenai ke mana arah masa depan mantan kepala tim Red Bull tersebut. Pernyataan Ecclestone ini menambah panjang daftar spekulasi mengenai pergerakan tokoh-tokoh besar di balik layar F1 yang terus menjadi perhatian utama para penggemar balap di seluruh dunia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All