Pembalap tim pabrikan Honda, Joan Mir, mengaku tengah berada dalam situasi sulit setelah mengalami akhir pekan yang mengecewakan di MotoGP Belanda. Juara dunia MotoGP 2020 ini gagal menyelesaikan satu putaran pun dalam dua balapan yang digelar di Sirkuit Assen.
Padahal, Mir sempat menunjukkan performa menjanjikan saat kualifikasi. Ia berhasil menembus Q1 dan mengamankan posisi start di barisan 10 besar. Namun, harapan untuk meraih poin justru sirna akibat kecelakaan yang menimpanya.
Pada balapan sprint hari Sabtu, Mir terjatuh di Tikungan 4 karena kehilangan kendali bagian depan motor RC213V miliknya. Ia beralasan bahwa saat itu dirinya melewati bagian lintasan yang kotor sehingga gagal menghentikan motor dengan sempurna.
Nasib buruk kembali menimpanya pada balapan utama hari Minggu. Kali ini, ia terjatuh di Tikungan 10 pada putaran pertama. Berbeda dengan insiden sebelumnya, Mir merasa bingung karena kecelakaan tersebut terjadi tanpa sebab yang jelas.
Mir menegaskan bahwa saat itu dirinya tidak sedang memaksakan motor atau mencoba menyalip pembalap lain. Ia berada di posisi belakang dengan kecepatan yang sama seperti pembalap lainnya sebelum akhirnya bagian depan motornya kehilangan traksi.
Menurutnya, situasi ini sangat membingungkan sekaligus mengkhawatirkan. Ketika seorang pembalap tidak memahami penyebab utama kecelakaan yang dialami, akan sangat sulit untuk mencegah kesalahan yang sama terulang kembali di masa depan.
Demi menjaga kesehatan mental, Mir memilih untuk tidak terlalu memikirkan kegagalan di Assen. Ia merasa perlu beristirahat sejenak agar kepercayaan dirinya tidak merosot tajam akibat rentetan insiden tersebut.
Mir mengakui bahwa ketidakkonsistenan performa Honda saat ini terasa sangat menyakitkan. Bahkan, pabrikan asal Jepang itu kini harus mengakui keunggulan Yamaha di lintasan balap.
Padahal, pada seri sebelumnya di Brno, Mir sempat tampil impresif dengan finis di posisi kelima. Hasil itu menjadi capaian terbaiknya musim ini sekaligus membuktikan bahwa ia sebenarnya mampu bersaing di jajaran depan.
Ia yakin jika balapan di Assen berjalan lancar, ia seharusnya bisa bertarung di grup yang dihuni Alex Marquez, Enea Bastianini, hingga Marc Marquez. Namun, ketidakmampuan untuk menjaga konsistensi di setiap akhir pekan menjadi kendala utama yang harus segera diperbaiki oleh Honda.
Bagi Mir, tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menemukan ritme yang stabil di tengah sulitnya mengendalikan motor di berbagai jenis lintasan. Ia berharap timnya segera menemukan solusi agar performa kompetitifnya tidak sekadar menjadi pengecualian di musim ini.











