Jonathan Rea sukses mengantarkan tim Honda Racing Corporation (HRC) ke puncak daftar waktu kualifikasi Suzuka 8 Hours 2026. Performa impresif pembalap Inggris ini menjadi sinyal kuat ambisi HRC untuk meraih kemenangan kelima berturut-turut di salah satu ajang balap ketahanan paling prestisius di dunia ini.
Dalam sesi kualifikasi yang berlangsung Jumat (tanggal tidak spesifik dalam referensi, namun diasumsikan di tahun 2026), Rea mencatatkan waktu tercepat 2 menit 4,422 detik. Catatan ini diraih pada putaran ketiganya dari total lima lap yang dilakukannya di sesi Kualifikasi 2. Sebagai pembalap penguji resmi Honda, Rea menunjukkan kapasitasnya yang luar biasa.
Tak hanya Rea, rekan setimnya, Takumi Takahashi, yang merupakan juara Suzuka 8 Hours tahun lalu bersama Johann Zarco, juga memuncaki sesi kualifikasinya. Kombinasi kedua pembalap ini menghasilkan rata-rata waktu tercepat tim HRC, yakni 2 menit 4,738 detik.
Meski memimpin, Rea merasa masih ada ruang untuk peningkatan. "Hari ini masih ada sedikit margin," ujar Rea. "Saya menemui sedikit hambatan di lap saya, namun tidak cukup untuk menjelaskan selisih lima persepuluh detik yang membuat saya tidak bisa menembus 2 menit 3 detik. Jadi, saya pikir target 2 menit 3 detik besok adalah ambisius."
Somkiat Chantra, yang menggantikan Zarco yang cedera, menempati posisi keempat tercepat di sesinya. Namun, hanya dua pembalap tercepat dari setiap tim yang dihitung untuk rata-rata. Tim pabrikan Yamaha, yang diperkuat pembalap MotoGP Jack Miller, berada di posisi kelima tercepat.
Kesepuluh tim teratas kini berhak melaju ke sesi Superpole Top 10 Trial yang akan menentukan posisi start terdepan untuk balapan ke-47 kalinya ini. Rea menekankan pentingnya konsistensi dalam balapan yang menguras tenaga ini.
"Tentu saja, saya akan melakukan yang terbaik, namun itu tergantung kondisi cuaca, jadi kita lihat saja," tambah Rea. "Balapan ini adalah tentang mencari kompromi antara tiga pembalap. Bagi saya, lebih penting untuk memahami lap demi lap bagaimana mendapatkan performa terbaik dari motor."
Cuaca sempat diguyur hujan di sesi latihan sebelumnya dan potensi hujan masih membayangi akhir pekan. "Untuk balapan, saya lebih memilih lintasan kering, namun jika basah, kami masih dalam posisi yang baik karena Takumi sangat cepat di kondisi basah. Chantra juga cukup cepat dalam kondisi basah, begitu juga saya. Jadi, saya pikir kami siap apapun kondisinya," jelas Rea.
Takahashi sendiri tidak terlalu memikirkan pentingnya Top 10 Trial. "Sejujurnya, saya tidak terlalu tertarik dengan Top 10 Trial," katanya. "Tentu saja, lebih baik berada di depan, namun jika kami berada di posisi ketiga hingga kelima, posisi itu akan berubah begitu balapan dimulai. Jadi, saya tidak terlalu memperhatikannya."
Chantra, yang baru pertama kali merasakan lintasan Suzuka dalam kompetisi, merasa progresnya cukup baik. "Sebelum datang ke sini, saya hanya menyelesaikan satu tes, jadi ini sebenarnya baru kedua kalinya saya di Suzuka," ungkapnya. "Saya sangat senang bisa terus meningkat secara progresif selama beberapa hari terakhir."
Balapan Suzuka 8 Hours diprediksi akan dimenangkan oleh tim yang paling minim melakukan kesalahan, konsisten, dan tanpa kendala teknis. Pengalaman Rea diharapkan menjadi kunci.











