Daihatsu Ungkap Alasan Penjualan Rocky Hybrid Belum Agresif, Bukan Karena Sepi Peminat

Emanuel

Penjualan perdana mobil elektrifikasi Daihatsu, Rocky Hybrid, dalam kurun waktu satu tahun terakhir menjadi sorotan lantaran angkanya yang terkesan berjalan lambat. Padahal, mobil berteknologi ramah lingkungan dengan banderol di kisaran Rp200 jutaan ini telah resmi mengaspal di pasar otomotif Tanah Air.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo, distribusi model ini dimulai pertama kali pada Desember 2025, tepat empat bulan setelah peluncuran resminya. Pada bulan pertama distribusi tersebut, wholesales Rocky Hybrid tercatat hanya mencapai 40 unit saja.

Tren distribusi kemudian mengalami kenaikan pada lima bulan pertama tahun 2026, yakni periode Januari hingga Mei, dengan total angka mencapai 352 unit. Jika dirata-ratakan, distribusi mobil seharga Rp299,85 juta ini berada di kisaran 70 unit per bulan.

Menanggapi angka tersebut, Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, Sri Agung Handayani, menegaskan bahwa rendahnya angka distribusi bukan disebabkan oleh minimnya minat konsumen. Menurutnya, jumlah Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK yang masuk sebenarnya sudah menembus angka 700 unit.

Agung menjelaskan bahwa terdapat ketimpangan antara jumlah SPK dengan angka retail yang baru mencapai 300-an unit. Hal ini terjadi lantaran adanya kendala pada rantai pasok atau suplai unit.

Dia mengakui bahwa terjadi keterlambatan suplai Rocky Hybrid akibat kondisi geopolitik global yang sempat tidak menentu beberapa waktu terakhir. Mengingat statusnya yang bukan dirakit lokal melainkan diimpor utuh atau Completely Built Up (CBU) langsung dari Jepang, dinamika suplai global tentu sangat memengaruhi ketersediaan unit di dealer.

Namun, perusahaan memastikan kondisi tersebut mulai membaik. Hingga Juni 2026, Daihatsu berhasil meningkatkan pasokan unit ke tangan konsumen hingga mencapai 500-an unit.

Lebih lanjut, Agung menyebut jumlah SPK yang terkumpul saat ini masih sesuai dengan ekspektasi perusahaan. Ia menilai angka tersebut sangat wajar mengingat segmen konsumen Daihatsu selama ini didominasi oleh pembeli mobil pertama atau first time buyer.

Karakteristik konsumen tersebut cenderung sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Mereka tidak bisa dipaksa untuk segera membeli karena selalu mempertimbangkan nilai jual kembali di masa depan.

Berbeda dengan segmen mobil elektrifikasi yang umumnya menyasar kalangan menengah ke atas, konsumen Daihatsu lebih berorientasi pada nilai guna dan efisiensi jangka panjang. Oleh karena itu, perusahaan tetap optimistis dengan performa Rocky Hybrid ke depannya seiring dengan pemulihan pasokan unit dari Jepang yang kini mulai berjalan normal kembali.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All