Meksiko Menggila di Stadion Azteca, Julian Quinones Tegaskan El Tri Belum Puas di 16 Besar

Emanuel

Langkah tim nasional Meksiko dalam ajang Piala Dunia 2026 semakin tak terbendung. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad berjuluk El Tri sukses memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menundukkan Ekuador dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga babak 32 besar yang berlangsung Rabu (1/7) pagi waktu Indonesia Barat. Kemenangan krusial ini sekaligus mengukuhkan posisi Meksiko sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam perburuan trofi juara di rumah sendiri.

Pertandingan yang dihelat di Stadion Azteca, Mexico City, tersebut sempat diwarnai drama di luar lapangan. Cuaca buruk yang melanda ibu kota Meksiko memaksa laga ditunda selama satu jam dari jadwal semula. Namun, jeda waktu tersebut tampaknya justru menjadi pemantik semangat bagi anak asuh Javier Aguirre. Begitu peluit panjang dibunyikan, Meksiko langsung tampil agresif dan menekan lini pertahanan Ekuador sejak menit-menit awal.

Serangan bertubi-tubi yang dibangun Meksiko memaksa lini belakang Ekuador bekerja ekstra keras. Tercatat, Gilberto Mora, Luis Romo, hingga Raul Jimenez secara bergantian memberikan ancaman nyata ke gawang lawan dalam 15 menit pertama. Dominasi permainan yang ditunjukkan tuan rumah akhirnya membuahkan hasil manis pada menit ke-22. Aksi individu yang memukau dari Julian Quinones berhasil memecah kebuntuan, membuat Stadion Azteca bergemuruh oleh sorak-sorai puluhan ribu pendukung tuan rumah.

Tidak berhenti di situ, Julian Quinones kembali menjadi momok bagi pertahanan Ekuador sepuluh menit kemudian. Pada menit ke-32, pemain bernomor punggung 9 tersebut melepaskan umpan matang yang mampu dikonversi dengan sempurna oleh striker senior, Raul Jimenez. Gol kedua tersebut praktis menggandakan keunggulan Meksiko dan membuat Ekuador semakin kesulitan untuk mengembangkan permainan.

Situasi bagi Ekuador kian memburuk saat memasuki masa injury time babak kedua. Bek andalan mereka, Piero Hincapie, harus diusir keluar lapangan setelah wasit memberikan kartu merah langsung. Hincapie dinilai melakukan tindakan tidak terpuji saat terlibat adu mulut dengan penyerang Meksiko, Santiago Gimenez, dengan menutup mulutnya secara provokatif. Kehilangan satu pemain membuat upaya Ekuador untuk mengejar ketertinggalan semakin mustahil hingga wasit meniup peluit panjang.

Kemenangan ini memiliki catatan sejarah yang menarik bagi publik sepak bola Meksiko. Sebelum laga ini, Meksiko tercatat hanya mampu menang sekali dalam 14 pertemuan terakhir melawan tim asal Amerika Selatan di panggung Piala Dunia. Satu-satunya kemenangan tersebut terjadi pada edisi 2002, di mana saat itu Meksiko juga ditukangi oleh pelatih yang sama, Javier Aguirre. Fenomena ini seolah menjadi pertanda baik bagi perjalanan El Tri di bawah arahan sang pelatih kawakan tersebut.

Pasca pertandingan, Julian Quinones yang tampil sebagai bintang lapangan merendah saat dimintai keterangan terkait kontribusi individunya. Ia menegaskan bahwa kemenangan ini merupakan buah dari kolektivitas tim yang solid. Menurutnya, meski pemain bisa tampil menonjol secara personal, hal tersebut mustahil terjadi tanpa dukungan sistem dan kerja keras seluruh rekan setimnya di lapangan. Ia menekankan bahwa mentalitas tim saat ini adalah terus berjuang hingga tujuan akhir tercapai.

Senada dengan Quinones, gelandang Erik Lira turut memberikan pernyataan tegas mengenai ambisi tim ke depan. Lira mengakui bahwa Ekuador bukanlah lawan yang mudah karena dihuni oleh pemain-pemain berlabel kelas dunia. Namun, ia menyatakan bahwa Meksiko telah membuktikan kualitas mereka di atas lapangan. Lira menegaskan bahwa skuad asuhan Javier Aguirre tidak akan cepat merasa puas hanya dengan melangkah ke babak 16 besar.

Keberhasilan melaju ke fase gugur 16 besar disambut gegap gempita oleh para pendukung setia El Tri. Stadion Azteca dipastikan akan kembali menjadi lautan manusia pada 5 Juli mendatang, saat Meksiko melakoni laga penentuan untuk melaju lebih jauh ke babak perempat final. Hingga saat ini, Meksiko masih menunggu lawan yang akan dihadapi, yakni pemenang dari duel sengit antara tim nasional Inggris melawan DR Kongo di babak 32 besar lainnya.

Bagi Meksiko, turnamen Piala Dunia 2026 bukan sekadar partisipasi, melainkan pembuktian di hadapan publik sendiri. Dengan dukungan penuh suporter dan performa yang terus menanjak, tim asuhan Javier Aguirre kini menjadi salah satu sorotan utama. Fokus utama tim saat ini adalah memulihkan kondisi fisik pemain dan melakukan evaluasi taktis sebelum menatap laga krusial di babak 16 besar mendatang. Kepercayaan diri para pemain yang sedang berada di puncak diharapkan mampu membawa El Tri melangkah lebih jauh, bahkan melampaui ekspektasi publik tuan rumah dalam turnamen bergengsi ini.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All