Prancis memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan dengan mengalahkan Swedia tiga gol tanpa balas. Kemenangan krusial ini tidak hanya mengukuhkan posisi Les Bleus sebagai salah satu kandidat kuat juara, tetapi juga menjadi panggung unjuk gigi bagi Michael Olise. Penyerang Bayern Muenchen tersebut tampil gemilang dengan mencatatkan dua assist yang membantu rekan-rekannya merobek jala gawang lawan.
Dalam pertandingan tersebut, kreativitas Olise di lini depan menjadi kunci keberhasilan serangan Prancis. Ia memberikan umpan terukur yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Bradley Barcola pada menit ke-53, sebelum kembali memanjakan Kylian Mbappe dengan assist keduanya pada menit ke-74. Performa impresif ini membuat nama Olise kini berada di pusat perhatian dunia sepak bola karena ia tengah mengejar catatan sejarah yang belum terpecahkan selama puluhan tahun.
Hingga saat ini, Olise telah membukukan total lima assist sepanjang gelaran Piala Dunia 2026. Koleksi tersebut diraihnya setelah menciptakan delapan peluang berbahaya bagi lini serang Prancis. Catatan ini membuat pemain berusia 24 tahun tersebut melampaui raihan gelandang Brasil, Bruno Guimaraes, yang sejauh ini baru mencatatkan empat assist di turnamen yang sama.
Kehebatan Olise dalam mengalirkan bola sudah terlihat sejak fase grup. Sebelumnya, ia menyumbang dua assist saat Prancis menundukkan Irak dengan skor 3-0, di mana ia menjadi kreator gol pertama Mbappe dan gol penutup oleh Ousmane Dembele. Tidak berhenti di situ, Olise juga berperan krusial saat ia memberikan assist untuk gol Mbappe yang membuka kemenangan 3-1 Prancis atas Senegal.
Angka lima assist yang dikumpulkan Olise saat ini menempatkannya sejajar dengan legenda sayap Italia, Amedeo Biavati, yang mencatatkan jumlah serupa pada Piala Dunia 1938. Kini, perhatian publik tertuju pada apakah sang pemain mampu menyamai atau bahkan melampaui rekor assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia yang saat ini masih dipegang oleh pemain Hungaria, Laszlo Budai, dengan enam assist pada tahun 1954. Dengan setidaknya satu pertandingan tersisa di babak gugur, peluang Olise untuk menuliskan namanya dalam buku sejarah sangatlah terbuka lebar.
Jika menilik catatan historis, tantangan yang dihadapi Olise memang cukup berat karena ada legenda besar seperti Raymond Kopa dan Fritz Walter. Kopa pernah mencatatkan delapan assist untuk Prancis pada Piala Dunia 1958, jumlah yang sama dengan yang ditorehkan Fritz Walter untuk tim nasional Jerman. Meski demikian, performa Olise saat ini dianggap telah melampaui pencapaian pemain-pemain besar Prancis di masa lalu, termasuk Antoine Griezmann yang mencatatkan tiga assist pada edisi 2022 serta Youri Djorkaeff pada tahun 1998.
Statistik menunjukkan bahwa peran Olise bagi timnas Prancis memang sangat vital. Sepanjang kariernya bersama Les Bleus, ia telah terlibat dalam 21 pertandingan dengan kontribusi tujuh gol dan delapan assist. Tren positif ini tidak hanya terjadi di panggung internasional, tetapi juga di level klub yang menjadikannya salah satu kreator serangan paling mematikan di dunia saat ini.
Dalam 309 penampilan sepanjang karier profesionalnya di level klub, Olise telah mengoleksi 99 assist dan 73 gol. Musim ini bersama Bayern Muenchen, ia menunjukkan kematangan performa yang luar biasa dengan keterlibatan langsung dalam 53 gol hanya dalam 52 pertandingan. Rincian kontribusinya mencakup 22 gol dan 31 assist, sebuah angka yang membuktikan kapasitasnya sebagai motor serangan yang sangat efisien.
Dominasi Olise semakin terlihat saat berlaga di Liga Jerman musim ini. Ia mencatatkan 15 gol dan 21 assist, yang berarti berkontribusi pada 36 gol dalam 32 pertandingan. Catatan assist-nya bahkan unggul empat angka dibandingkan rekan setimnya di Bayern Muenchen, Luis Diaz. Statistik mentereng inilah yang kemudian dibawa oleh Olise ke pentas Piala Dunia 2026, menjadikannya pemain yang paling diwaspadai oleh setiap tim lawan yang berhadapan dengan Prancis.
Sejarah mencatat bahwa pemain yang mampu mengombinasikan gol dan assist dengan jumlah tinggi adalah pembeda dalam sebuah turnamen. Pada tahun 1954, Jerman memiliki Morlock dengan enam gol dan Fritz Walter dengan delapan assist, sementara Hongaria mengandalkan Kocsis dengan 11 gol serta Budai dengan lima assist. Pada edisi 2026 ini, kolaborasi antara Kylian Mbappe yang telah mencetak enam gol dan Olise dengan lima assist menjadi harapan utama Prancis untuk mengulang kejayaan masa lalu.
Dengan babak 16 besar yang akan segera bergulir, fokus utama Olise kini adalah mempertahankan konsistensi permainan dan terus memberikan dampak bagi tim. Peluang untuk memecahkan rekor assist terbanyak dalam satu edisi Piala Dunia menjadi motivasi tambahan baginya. Publik sepak bola dunia kini menanti aksi magis sang pemain di lapangan, apakah ia mampu melampaui rekor Laszlo Budai atau justru berhenti di angka yang sudah ia capai saat ini. Terlepas dari hasil akhirnya, Olise telah membuktikan diri sebagai salah satu talenta paling bersinar di Piala Dunia 2026.











