Jerman Terkapar di Piala Dunia 2026: Kegagalan Dramatis dan Masa Depan Pelatih Julian Nagelsmann Dipertanyakan

Danu Ilham

Tim nasional Jerman mengalami salah satu kekalahan paling mengejutkan dan menyakitkan dalam sejarah mereka di Piala Dunia 2026. Setelah digadang-gadang sebagai salah satu tim unggulan, langkah mereka terhenti di babak 32 besar secara dramatis melalui adu penalti melawan Paraguay. Hasil ini memicu gelombang kekecewaan mendalam di tanah air dan menimbulkan pertanyaan serius mengenai masa depan pelatih Julian Nagelsmann.

Perjalanan Jerman di turnamen akbar sepak bola dunia kali ini harus berakhir di Stadion Boston pada 29 Juni 2026. Di hadapan para pendukung yang setia, skuad asuhan Julian Nagelsmann takluk 4-3 dari Paraguay dalam drama adu tendangan penalti, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu. Kekalahan ini tidak hanya mengakhiri ambisi juara Jerman, tetapi juga mengakhiri rekor sempurna mereka dalam adu penalti di Piala Dunia.

Momen ini menjadi penanda pahit bagi Jerman, yang pernah memiliki reputasi sebagai kekuatan dominan dalam sepak bola global. Sebagai Jerman Barat, mereka telah empat kali mengangkat trofi Piala Dunia dan mencapai empat final lainnya. Namun, era keemasan itu kini terasa semakin jauh. Harian ternama Jerman, Bild, bahkan merangkum situasi ini dengan tajuk "Mimpi buruk sepak bola Jerman berikutnya," mencerminkan kedalaman kekecewaan publik.

Sejak kemenangan terakhir mereka di Piala Dunia 2014, performa Jerman di turnamen serupa menunjukkan tren penurunan yang mengkhawatirkan. Dua kali mereka gagal melaju dari fase grup, dan kini, tersingkir di babak gugur awal. Padahal, Paraguay, lawan mereka di babak 32 besar, berada di peringkat ke-41 dunia FIFA, jauh di bawah Jerman yang menempati posisi ke-10. Namun, perbedaan peringkat itu seolah tak berarti di atas lapangan hijau.

Dalam pertandingan tersebut, Jerman mendominasi penguasaan bola hingga 75%, namun kesulitan menembus pertahanan Paraguay yang solid dan terorganisir. Tim Amerika Selatan itu bahkan sempat unggul lebih dulu melalui gol Julio Enciso. Kai Havertz berhasil menyamakan kedudukan di awal babak kedua melalui sundulan, namun gol Jonathan Tah kemudian dianulir kontroversial karena dianggap pelanggaran.

Perjalanan Jerman di fase grup sebenarnya tidak buruk. Mereka memulai dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao, diikuti kemenangan 2-1 atas Pantai Gading. Namun, kekalahan 2-1 dari Ekuador di laga terakhir grup, meskipun sudah memastikan posisi puncak, tampaknya menjadi sinyal awal masalah yang belum teratasi.

Kekalahan dramatis melawan Paraguay memunculkan spekulasi liar mengenai masa depan Julian Nagelsmann. Ia ditunjuk sebagai pelatih tim nasional pada September 2023, menggantikan Hansi Flick. Di bawah kepelatihannya, Jerman hanya mampu mencapai perempat final Piala Eropa 2024 yang diselenggarakan di kandang sendiri.

"Ketika kami tersingkir dari Piala Dunia setelah bermain melawan Paraguay, itu sangat pahit. Sangat menyakitkan," ujar Nagelsmann dengan nada kecewa. "Ini eliminasi ketiga berturut-turut, jadi kami bukan lagi bagian dari tim kelas satu."

Banyak pihak, termasuk mantan bek Jerman Arne Friedrich, menyuarakan keraguan terhadap kepemimpinan Nagelsmann. "Jika melihat seluruh turnamen, dengan cara kami bermain, ini adalah kekalahan yang pantas," kata Friedrich kepada BBC Radio 5 Live. "Nagelsmann harus menghadapi konsekuensinya. Ini sangat mengecewakan, tetapi itulah olahraga. Saya jelas akan mengatakan perjalanan harus berlanjut tanpa Nagelsmann."

Thomas Hitzlsperger, mantan gelandang Jerman, menambahkan bahwa performa Jerman di turnamen ini tidak dapat diterima. "Ini tidak terlihat baik bagi Nagelsmann. Dalam beberapa bulan terakhir, dia tidak menangani situasi dengan baik. Dengan format Piala Dunia yang diperluas, tersingkir seawal ini akan sulit diterima bagi negara besar mana pun."

Meski demikian, Nagelsmann menyatakan keinginannya untuk bertahan. "Saya bukan seseorang yang lari dari tanggung jawab," katanya saat ditanya mengenai masa depannya. Ia mengakui tidak akan populer di kalangan pendukung Jerman saat ini, namun menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan tugas jika federasi sepak bola Jerman (DFB) menginginkannya.

Bahkan sebelum kekalahan dari Paraguay, Nagelsmann telah menerima kritik. Mantan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, yang kini bekerja sebagai komentator televisi Jerman, mengkritik pendekatan tim saat melawan Ekuador. "Kami memilih pendekatan yang salah di lapangan ini; kami memainkan jenis sepak bola yang salah melawan lawan yang agresif," ujar Klopp. Pelajaran ini tampaknya tidak sepenuhnya diterapkan saat menghadapi Paraguay yang gigih.

Jurnalis sepak bola Jerman, Raphael Honigstein, berpendapat bahwa kekalahan melawan Paraguay pada babak 32 besar sangat mengecewakan dan akan berdampak besar. "Jika melihat keseluruhan turnamen, itu memang tidak cukup. Penampilan Jerman buruk," katanya. "Terlalu banyak keputusan besar yang tidak berhasil bagi Julian Nagelsmann. Akan sangat sulit baginya untuk bertahan. Saya khawatir ini akan menjadi akhir baginya."

Lalu, apa yang sebenarnya menjadi akar permasalahan Jerman? Thomas Hitzlsperger menyoroti pergeseran fokus dalam pengembangan pemain. "Untuk waktu yang lama, pengembangan pemain di Jerman berfokus pada operan, gaya bermain, dan inovasi taktis, tetapi ada satu unsur yang mungkin kurang kami perhatikan, yaitu ketajaman," jelasnya.

"Kami telah kehilangan aura yang membuat tim-tim lain takut kepada kami. Tim lain masih menghormati kami, tetapi mereka tidak lagi takut. Kami tidak lagi sulit dikalahkan, dan kami kekurangan kekuatan fisik seperti dulu," tambah Hitzlsperger. Ia menyarankan perbaikan harus dimulai dari level akademi, menekankan pentingnya keseimbangan antara permainan indah dan mentalitas pemenang.

Sementara Paraguay bersiap menghadapi Prancis atau Swedia di babak 16 besar, Jerman kembali harus merenungi kegagalan mereka. Pertanyaan besar kini tertuju pada arah sepak bola Jerman dan siapa yang akan memimpin mereka ke depan, dalam upaya mengembalikan kejayaan yang pernah diraih.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All