Saturday, 12 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Perubahan Hormon Picu Kulit Lipatan Menghitam Saat Hamil, Ini Penjelasannya

Oleh Muzairi M September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Perubahan warna kulit pada area lipatan tubuh, seperti ketiak dan selangkangan, menjadi lebih gelap saat kehamilan adalah fenomena yang umum terjadi. Banyak ibu hamil bertanya-tanya apakah kondisi ini benar-benar disebabkan oleh fluktuasi hormon yang dialami selama sembilan bulan.

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dr. Yudianto, Sp.OG(K) dari RS Pondok Indah Bintaro, menjelaskan bahwa perubahan warna kulit yang lebih gelap pada area lipatan tubuh, termasuk leher, ketiak, dan selangkangan, memang berkaitan erat dengan perubahan hormonal selama kehamilan.

Menurut Dr. Yudianto, peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron adalah faktor utama yang memicu hiperpigmentasi ini. Hormon-hormon tersebut merangsang produksi melanin, pigmen yang memberikan warna pada kulit, rambut, dan mata. “Hormon tersebut merangsang sel-sel melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin,” jelasnya.

Selain itu, hormon perangsang melanosit (melanocyte-stimulating hormone/MSH) juga mengalami peningkatan selama kehamilan. MSH bekerja secara langsung pada melanosit untuk merangsang produksi melanin, sehingga area kulit yang lebih sensitif terhadap hormon ini akan tampak lebih gelap.

Fenomena ini dikenal sebagai melasma gravidarum atau cloasma gravidarum, yang seringkali muncul sebagai bercak-bercak gelap pada wajah, namun juga dapat mempengaruhi area tubuh lain, termasuk lipatan kulit.

Dr. Yudianto menambahkan bahwa faktor genetik dan paparan sinar matahari juga dapat berperan dalam memperparah kondisi ini. “Bagi sebagian wanita, kecenderungan genetik dapat membuat mereka lebih rentan mengalami hiperpigmentasi. Paparan sinar matahari juga dapat memicu atau memperburuk melasma,” ujarnya.

Meskipun perubahan warna kulit ini dapat menimbulkan kekhawatiran, Dr. Yudianto menekankan bahwa kondisi ini umumnya bersifat sementara. Setelah melahirkan dan kadar hormon kembali normal, warna kulit pada area lipatan tubuh biasanya akan berangsur-angsur kembali seperti semula.

Untuk membantu mengurangi dampak hiperpigmentasi, disarankan untuk menggunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari, terutama jika beraktivitas di luar ruangan. Menghindari paparan sinar matahari langsung pada jam-jam terik juga sangat penting. Jika diperlukan, konsultasikan dengan dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang tepat, meskipun seringkali hiperpigmentasi pasca-kehamilan tidak memerlukan intervensi medis khusus.

Bagikan: Facebook X WhatsApp