Puluhan jurnalis, masyarakat, dan keluarga berkumpul untuk menggelar aksi doa bersama di Pelabuhan Merak, Banten, pada Jumat (28/12/2018). Aksi ini merupakan bentuk kepedulian dan harapan agar lima jurnalis serta awak kapal yang hilang saat bertugas di Selat Sunda segera ditemukan.
Peristiwa nahas ini terjadi ketika kelima jurnalis tersebut tengah melakukan peliputan terkait erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga kini, keberadaan mereka masih belum diketahui, menambah kegelisahan keluarga dan rekan-rekan sejawat.
Dalam aksi tersebut, para jurnalis membentangkan spanduk bertuliskan “Rajut Doa dan Asa untuk 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda“. Doa bersama dipimpin oleh perwakilan dari berbagai organisasi jurnalis, memohon keselamatan dan pertolongan bagi rekan-rekan mereka yang hilang.
Salah satu jurnalis yang hadir, Rendi, menyatakan keprihatinannya. “Kami sangat prihatin dengan hilangnya rekan-rekan kami. Kami berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait terus melakukan upaya pencarian secara maksimal,” ujarnya.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta, Sasmito, turut menyampaikan dukacita mendalam. Ia menekankan pentingnya dukungan moril bagi keluarga para jurnalis yang hilang. “Kami berkumpul di sini tidak hanya untuk mendoakan, tetapi juga untuk menunjukkan solidaritas kami kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami berharap mereka diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” kata Sasmito.
Kelima jurnalis yang hilang tersebut adalah Budi Purnomo (Reporter MNC TV), Fajar (Kamerawan MNC TV), Udin (Reporter TV One), Deni (Kamerawan TV One), dan Dedi (Awak Kapal). Mereka bertolak dari Pelabuhan Merak pada Kamis (27/12/2018) pagi untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih terus melakukan operasi pencarian di sekitar perairan Selat Sunda. Koordinasi antara berbagai instansi terus ditingkatkan guna memperluas jangkauan pencarian dan menemukan para jurnalis serta awak kapal yang hilang.
