Saturday, 12 September 2026
BREAKING
DUNIA

Perseteruan di DK PBB: Rusia-China Bela Iran, AS-Sekutu Protes Sanksi

Oleh Heni Maulidya September 12, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menjadi saksi adu argumen sengit antara perwakilan Rusia dan China dengan Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris pada Selasa (23/1/2024). Perdebatan ini berpusat pada isu sanksi internasional yang dijatuhkan terhadap Iran, di mana Moskow dan Beijing secara tegas membela Teheran.

Ketegangan memuncak ketika Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, melontarkan kritik tajam terhadap apa yang disebutnya sebagai “kebijakan pemaksaan” yang diterapkan oleh AS dan sekutunya terhadap Iran. Nebenzya menegaskan bahwa langkah-langkah tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga kontraproduktif dalam upaya menciptakan stabilitas regional.

Senada dengan Rusia, Duta Besar China untuk PBB, Zhang Jun, turut menyuarakan keprihatinan mendalam atas dampak negatif sanksi terhadap Iran. Zhang menekankan pentingnya dialog dan negosiasi sebagai solusi utama, serta menyerukan agar komunitas internasional menghormati kedaulatan Iran dan tidak mencampuri urusan dalam negerinya.

Pernyataan Rusia dan China sontak menuai reaksi keras dari perwakilan negara-negara Barat. Duta Besar AS untuk PBB, Linda Thomas-Greenfield, menuding Rusia dan China berupaya melemahkan upaya global untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Ia menegaskan bahwa sanksi yang diberlakukan adalah respons yang sah terhadap perilaku Iran yang mengkhawatirkan.

Perwakilan Prancis dan Inggris juga menyampaikan pandangan serupa, menekankan bahwa Iran harus bertanggung jawab atas tindakannya dan mematuhi resolusi DK PBB. Mereka berargumen bahwa sanksi merupakan alat penting untuk mendorong Iran agar kembali ke meja perundingan dan menghentikan aktivitas yang dianggap mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

Perdebatan yang berlangsung di ruang sidang DK PBB ini mencerminkan perpecahan mendalam di antara anggota tetap dewan tersebut mengenai pendekatan terhadap Iran dan efektivitas sanksi sebagai instrumen kebijakan luar negeri.

Bagikan: Facebook X WhatsApp