Saturday, 12 September 2026
BREAKING
BERITA

Pecinta Tanaman Wajib Tahu: 6 Spesies Unggul yang Tahan Banting di Segala Cuaca Ekstrem

Oleh Emanuel September 12, 2026 33 minutes lalu 0 komentar

Di tengah ancaman bencana alam yang kian nyata, beberapa jenis tanaman menunjukkan ketangguhan luar biasa. Kemampuan mereka untuk bertahan hidup bahkan berkembang dalam kondisi ekstrem seperti erupsi gunung berapi, banjir bandang, kebakaran hutan, hingga kekeringan parah menjadi inspirasi.

Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan gabungan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) mengungkap enam spesies tanaman yang memiliki daya tahan superior. Temuan ini penting bagi upaya konservasi dan adaptasi lingkungan di masa depan.

Salah satu tanaman yang paling disorot adalah Bambu Hitam (Phyllostachys nigra). Tanaman ini terbukti mampu bertahan dari paparan abu vulkanik pasca-erupsi Gunung Merapi. “Bambu Hitam memiliki akar yang sangat kuat dan sistem pernapasan yang efisien, sehingga mampu menyerap nutrisi meski dalam kondisi tanah yang tercemar abu,” jelas Dr. Ani Susilowati, peneliti dari IPB, dalam konferensi pers yang digelar pada 15 Maret 2023.

Tak hanya itu, Ekor Kucing Merah (Acalypha wilkesiana) juga menunjukkan ketahanan yang mengagumkan terhadap banjir. Tanaman ini, yang sering ditemukan di daerah tropis, memiliki kemampuan adaptasi terhadap genangan air yang tinggi. “Daunnya yang lebar membantu proses fotosintesis tetap berjalan meski terendam air dalam waktu cukup lama,” ujar Prof. Budi Santoso dari UGM.

Selain itu, Beringin (Ficus benghalensis), pohon ikonik Indonesia, masuk dalam daftar berkat ketahanannya terhadap kebakaran. Struktur batangnya yang tebal dan berkayu memberikan perlindungan terhadap api. Sementara itu, Pinus (Pinus merkusii), meskipun rentan terbakar, memiliki kemampuan regenerasi yang cepat pasca-kebakaran hutan, dengan bijinya yang dapat berkecambah kembali di tanah yang hangus.

Dua spesies lain yang tidak kalah tangguh adalah Kaktus (Cactaceae) dan Lidah Buaya (Aloe vera). Keduanya dikenal luas sebagai tanaman sukulen yang sangat toleran terhadap kekeringan ekstrem. “Kaktus menyimpan air dalam batang dan durinya berfungsi mengurangi penguapan, sedangkan Lidah Buaya memiliki jaringan penyimpan air di daunnya,” terang Dr. Ani.

Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para pecinta tanaman, peneliti, dan pembuat kebijakan dalam memilih spesies yang tepat untuk lanskap yang rentan terhadap bencana alam. Keberhasilan tanaman-tanaman ini dalam menghadapi tantangan alam dapat menjadi model untuk program reboisasi dan penghijauan di area terdampak bencana.

Bagikan: Facebook X WhatsApp