Pencegahan stunting, masalah kesehatan kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak, tidak bisa hanya mengandalkan asupan nutrisi semata. Ahli menekankan bahwa sanitasi yang layak dan lingkungan yang bersih memegang peranan krusial dalam upaya menekan angka stunting sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan.
Menurut Dr. Amira Syalwa, seorang pakar gizi, intervensi pencegahan stunting harus bersifat komprehensif. “Kita tidak bisa hanya fokus pada pemberian makanan bergizi. Lingkungan yang sehat, termasuk akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai, adalah fondasi penting untuk mencegah anak terpapar infeksi yang dapat menghambat penyerapan nutrisi,” ujar Dr. Syalwa dalam sebuah diskusi kesehatan baru-baru ini.
Pentingnya sanitasi ini diperkuat oleh data yang menunjukkan korelasi erat antara kondisi sanitasi buruk dengan tingginya kasus stunting. Paparan terhadap kuman dan bakteri akibat sanitasi yang tidak terjaga dapat menyebabkan penyakit diare berulang, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi lainnya. Kondisi ini secara langsung memengaruhi kemampuan tubuh anak untuk menyerap dan memanfaatkan nutrisi yang telah dikonsumsi, meskipun asupan gizinya sudah mencukupi.
Oleh karena itu, strategi pencegahan stunting perlu diintegrasikan sejak awal. Perhatian terhadap kesehatan ibu selama kehamilan, termasuk asupan gizi seimbang dan pemeriksaan rutin, menjadi titik awal. Namun, upaya tersebut harus dilanjutkan dengan memastikan lingkungan tempat tinggal anak aman dan higienis. Penyediaan akses air bersih dan fasilitas sanitasi yang baik di rumah tangga dan fasilitas publik seperti sekolah dan posyandu menjadi prioritas.
Pemerintah melalui berbagai program juga terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sanitasi. Berbagai kampanye edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) digalakkan, termasuk pentingnya mencuci tangan dengan sabun, pengelolaan sampah yang baik, dan penggunaan jamban sehat. “Kita perlu melihat pencegahan stunting sebagai sebuah ekosistem yang saling terkait. Nutrisi yang baik saja tidak akan optimal jika anak terus-menerus sakit akibat lingkungan yang tidak sehat,” tambah Dr. Syalwa.
Stunting yang tidak tertangani dengan baik dapat meninggalkan dampak jangka panjang pada kesehatan, kognitif, dan produktivitas individu di masa depan. Oleh karena itu, pendekatan multidimensional yang mencakup perbaikan gizi, peningkatan akses sanitasi, serta edukasi kesehatan yang berkelanjutan, menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
