Friday, 11 September 2026
BREAKING
POLITIK

Karhutla 6,8 Hektare di Musi Rawas Berhasil Dipadamkan Polda Sumsel dan Tim Gabungan

Oleh Danu Ilham September 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Tim gabungan yang dipimpin oleh Polda Sumsel berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 6,8 hektare di wilayah Musi Rawas. Upaya pemadaman yang sigap ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam menangani bencana kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan.

Penanganan karhutla ini melibatkan berbagai unsur, termasuk personel dari Polda Sumsel, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat. Keberhasilan pemadaman ini tidak terlepas dari koordinasi yang efektif dan respons cepat terhadap titik panas (hotspot) yang terdeteksi.

Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Kombes Pol. R. Djarot, S.H., M.H., pihaknya terus berupaya mencegah dan memadamkan karhutla di seluruh wilayah Sumatera Selatan. “Kami bekerja sama dengan semua pihak untuk memadamkan api dan mencegah meluasnya kebakaran,” ujar Kombes Pol. R. Djarot.

Kombes Pol. R. Djarot menambahkan bahwa dalam penanganan karhutla di Musi Rawas, tim gabungan mengerahkan berbagai peralatan pemadam kebakaran, termasuk pompa air dan selang, serta melakukan pembasahan lahan secara intensif. “Luas lahan yang terbakar adalah 6,8 hektare. Tim gabungan bekerja tanpa lelah untuk memadamkan api,” jelasnya.

Polda Sumsel juga terus mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan, baik untuk pembukaan perkebunan maupun kegiatan lainnya. Tindakan membakar hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. “Kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan karena dapat dikenakan sanksi hukum,” tegas Kombes Pol. R. Djarot.

Selain upaya pemadaman, Polda Sumsel juga gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla dan dampak buruknya terhadap lingkungan serta kesehatan. Pencegahan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp