Indonesia dan Rusia menjajaki potensi kerja sama strategis dalam pengembangan industri hilirisasi bauksit menjadi alumina. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan rencana ini merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alamnya.
Pembahasan mengenai kerja sama ini telah dilakukan, termasuk potensi investasi dari pihak Rusia. “Kita bicara bauksit, kita mau bangun hilirisasi bauksit jadi alumina,” ujar Bahlil dalam sebuah keterangan pada hari Kamis (6/6/2024).
Menteri ESDM optimistis bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat signifikan bagi perekonomian Indonesia. Dengan mengolah bauksit menjadi alumina di dalam negeri, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada impor produk olahan dan membuka peluang ekspor bernilai tinggi. Alumina sendiri merupakan bahan baku utama dalam produksi aluminium.
Rencana hilirisasi bauksit ini sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia yang terus mendorong industrialisasi dan pemanfaatan sumber daya alam secara optimal. Langkah ini diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan pendapatan negara.
Detail lebih lanjut mengenai bentuk kerja sama, skema investasi, serta jadwal pasti pembangunan fasilitas tersebut masih akan terus dibahas antara kedua negara. Namun, inisiatif ini menunjukkan komitmen kuat Indonesia untuk memperdalam kemitraan ekonomi dengan berbagai negara, termasuk Rusia, demi kemajuan sektor pertambangan dan industri.
