Friday, 11 September 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Merkurius Menyusut Drastis, Bukti Kerutan di Permukaannya

Oleh Herfansyah September 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Merkurius, planet terdekat dengan Matahari, ternyata mengalami penyusutan yang jauh lebih signifikan dari perkiraan sebelumnya. Fenomena ini terungkap melalui analisis mendalam terhadap kerutan-kerutan yang menghiasi permukaannya, memberikan petunjuk kuat bahwa planet ini dulunya memiliki ukuran yang lebih besar.

Para ilmuwan dari Southwest Research Institute (SwRI) di San Antonio, Texas, mempublikasikan temuan mereka dalam jurnal Nature Geoscience pada 25 Februari 2021. Studi ini menyoroti bagaimana kerutan-kerutan yang dikenal sebagai lobate scarps tersebut merupakan bukti nyata dari proses pendinginan dan penyusutan interior Merkurius seiring waktu.

Penelitian ini berfokus pada citra resolusi tinggi yang diambil oleh misi MESSENGER NASA, yang mengorbit Merkurius dari tahun 2011 hingga 2015. Dengan memetakan dan menganalisis ribuan kerutan yang tersebar di seluruh planet, para peneliti berhasil mengukur seberapa besar Merkurius telah menyusut. Hasilnya mengejutkan: Merkurius telah mengerut sekitar 1 hingga 2 kilometer dalam diameter.

Dr. Paul Byrne, seorang ilmuwan planet di SwRI dan penulis utama studi tersebut, menjelaskan implikasi temuan ini. “Kami telah lama mengetahui bahwa Merkurius menyusut karena intinya mendingin, tetapi kami tidak tahu pasti seberapa besar penyusutannya,” ujar Dr. Byrne. “Jumlah kerutan yang kami temukan dan ukurannya menunjukkan bahwa Merkurius menyusut jauh lebih besar dari yang diperkirakan.”

Kerutan-kerutan ini terbentuk ketika kerak planet terdorong ke atas dan ke samping akibat kompresi yang terjadi saat interior Merkurius mendingin dan menyusut. Bayangkan seperti kulit apel yang mengerut saat mengering. Skala penyusutan yang teramati pada Merkurius menunjukkan bahwa proses pendinginan ini telah berlangsung selama miliaran tahun.

Lebih lanjut, studi ini juga menemukan bahwa kerutan-kerutan tersebut tersebar merata di seluruh planet, tidak terkonsentrasi di wilayah tertentu. Hal ini menunjukkan bahwa penyusutan terjadi secara global dan konsisten. Analisis ini juga memberikan wawasan baru mengenai sejarah tektonik Merkurius dan bagaimana planet ini berevolusi sejak pembentukannya.

Temuan ini tidak hanya memperkaya pemahaman kita tentang Merkurius, tetapi juga memberikan kerangka kerja untuk memahami evolusi planet berbatu lainnya di tata surya kita dan di luar sana. Penyusutan planet akibat pendinginan interior adalah proses fundamental yang dapat memengaruhi geologi, aktivitas seismik, dan bahkan potensi keberadaan kehidupan di planet-planet tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp