Friday, 11 September 2026
BREAKING
LIFESTYLE

Waspadai Gejala Rabies yang Muncul Lambat Pasca Gigitan Anjing Terinfeksi

Oleh Muzairi M September 11, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Masyarakat perlu mewaspadai potensi penularan rabies melalui gigitan hewan, terutama anjing yang terinfeksi. Gejala penyakit mematikan ini seringkali tidak langsung muncul pasca gigitan, melainkan membutuhkan waktu inkubasi yang bervariasi. Memahami ciri-ciri dan gejala yang mungkin timbul sangat krusial untuk pencegahan dan penanganan dini.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), rabies adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus rabies dan menyerang sistem saraf pusat. Penularan utama terjadi melalui air liur hewan yang terinfeksi, umumnya melalui gigitan, cakaran, atau jilatan pada luka terbuka. Masa inkubasi rabies bisa sangat bervariasi, mulai dari beberapa hari hingga lebih dari satu tahun, dengan rata-rata sekitar 1 hingga 3 bulan.

Gejala awal rabies seringkali tidak spesifik dan mirip dengan penyakit lain. Tahap awal yang disebut fase prodromal ini bisa berlangsung selama 2-10 hari. Gejala yang mungkin muncul meliputi demam, sakit kepala, nyeri di lokasi gigitan, rasa gatal atau kesemutan di sekitar luka, kelelahan, mual, dan muntah. Perubahan suasana hati seperti kecemasan, ketakutan, dan depresi juga bisa dialami penderita pada fase ini.

Setelah melewati fase prodromal, penderita akan memasuki fase neurologis akut. Fase ini bisa dibagi lagi menjadi dua bentuk, yaitu bentuk ganas (ensefalitik) dan bentuk lumpuh (paralitik). Bentuk ganas, yang dialami sekitar 80% penderita, ditandai dengan gejala hiperaktif, kegelisahan, hidrofobia (takut air), aerofobia (takut udara), dan serangan kejang. Penderita akan mengalami kesulitan menelan, sehingga air liur bisa terus menetes keluar.

Sementara itu, bentuk lumpuh yang dialami sekitar 20% penderita, berkembang lebih lambat dan kurang dramatis. Gejala yang muncul meliputi kelemahan otot yang progresif, biasanya dimulai dari anggota gerak yang digigit, dan secara bertahap menyebar ke seluruh tubuh. Penderita tidak mengalami kegelisahan atau hidrofobia yang parah, namun kelumpuhan dapat menyebabkan kesulitan bernapas dan akhirnya kematian.

Kemenkes RI menekankan pentingnya segera membersihkan luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 10-15 menit. Setelah itu, penderita harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut, termasuk pemberian Vaksin Anti-Rabies (VAR) dan Serum Anti-Rabies (SAR) jika diperlukan. Penanganan yang cepat dan tepat sangat menentukan prognosis pasien dan dapat mencegah kematian akibat rabies.

Bagikan: Facebook X WhatsApp