Saturday, 12 September 2026
BREAKING
DUNIA

Film Dokumenter NAZA Ungkap Dugaan Skema Pembunuhan Massal Warga Sipil Gaza oleh Israel

Oleh Heni Maulidya September 11, 2026 19 hours lalu 0 komentar

Sebuah film dokumenter berjudul NAZA baru-baru ini mempublikasikan temuannya mengenai dugaan sistem rahasia yang digunakan Israel dalam melakukan pembunuhan massal terhadap warga sipil di Jalur Gaza. Film yang disutradarai oleh Ghazi Hussein ini secara rinci membedah temuan-temuan investigasi mendalam yang telah dilakukan.

Menurut NAZA, sistem yang diungkap ini bukan sekadar tindakan sporadis, melainkan sebuah rancangan terstruktur. Film ini menyoroti bagaimana warga sipil Palestina di Gaza menjadi sasaran dalam sebuah skema yang lebih besar, yang diduga dirancang untuk menimbulkan korban jiwa secara masif.

Salah satu poin penting yang diangkat dalam film adalah kesaksian dari berbagai pihak. Mantan tentara Israel, yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatan, memberikan keterangan mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa ada instruksi spesifik yang diberikan kepada pasukan untuk menargetkan warga sipil, bahkan ketika tidak ada ancaman militer langsung. “Kami diberi tahu bahwa setiap orang adalah musuh. Tidak ada pengecualian,” ujar mantan tentara tersebut, yang dalam film disamarkan suaranya dan wajahnya ditutupi.

Film NAZA juga menyajikan analisis dari para ahli hukum internasional dan aktivis hak asasi manusia. Mereka menyoroti bagaimana tindakan-tindakan yang didokumentasikan dalam film berpotensi melanggar hukum perang internasional dan Konvensi Jenewa. Dr. Lena Al-Khalidi, seorang peneliti hukum internasional, menyatakan, “Apa yang disajikan dalam NAZA adalah bukti serius yang menuntut penyelidikan independen. Jika terbukti, ini adalah kejahatan perang yang mengerikan.”

Selain kesaksian, film ini juga dilengkapi dengan rekaman visual dan data statistik yang dikumpulkan dari berbagai sumber independen. Data tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dalam operasi militer Israel di Gaza selama periode tertentu. NAZA mengklaim bahwa pola penargetan yang ditunjukkan dalam data tersebut tidak dapat dijelaskan semata-mata oleh kesalahan atau kejadian yang tidak disengaja.

Film NAZA, yang pertama kali ditayangkan pada 15 Mei 2024, bertujuan untuk membuka mata dunia terhadap apa yang digambarkan sebagai kekejaman yang sistematis. Sutradara Ghazi Hussein berharap film ini dapat memicu dialog global dan desakan untuk akuntabilitas atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di Gaza.

Bagikan: Facebook X WhatsApp