Thursday, 10 September 2026
BREAKING
EKONOMI

BRICS Uji Coba Sistem Pembayaran Alternatif, Ancaman Bagi Dominasi Dolar AS?

Oleh Yohanes September 10, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Blok ekonomi negara-negara berkembang, BRICS, tengah menggodok strategi ambisius untuk mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat dalam perdagangan internasional. Inisiatif ini, yang telah dibicarakan sejak KTT BRICS di Johannesburg pada Agustus 2023, kini memasuki fase pengujian sistem pembayaran baru yang diharapkan dapat menantang hegemoni mata uang Barat.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia untuk Urusan Integrasi dan Makroekonomi, Yevgeny Primakov, mengungkapkan bahwa BRICS sedang mengembangkan ‘jalur pembayaran’ yang dirancang untuk memfasilitasi transaksi antar negara anggota tanpa harus melalui sistem keuangan Barat. “Kami sedang bekerja pada jalur pembayaran ini,” ujar Primakov dalam sebuah wawancara, menggarisbawahi upaya serius blok tersebut untuk menciptakan alternatif.

Rencana ini muncul sebagai respons terhadap keinginan negara-negara BRICS untuk meningkatkan peran mata uang nasional mereka dalam perdagangan bilateral. Rusia, khususnya, telah aktif mempromosikan penggunaan rubel dalam transaksi internasional, terutama setelah menghadapi sanksi ekonomi dari negara-negara Barat. Tujuannya adalah untuk mengurangi kerentanan terhadap tekanan eksternal dan memperkuat kemandirian ekonomi anggota BRICS.

Primakov juga menyentil tentang potensi penggunaan mata uang kripto dalam sistem pembayaran BRICS. Meskipun tidak merinci lebih lanjut, pernyataan ini mengindikasikan bahwa blok tersebut terbuka terhadap inovasi teknologi keuangan untuk mencapai tujuannya. Diskusi mengenai mata uang digital bank sentral (CBDC) juga menjadi bagian dari agenda BRICS, yang berpotensi menjadi tulang punggung sistem pembayaran baru ini.

Langkah BRICS ini mencerminkan pergeseran geopolitik yang lebih luas, di mana negara-negara berkembang semakin mencari cara untuk mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan global yang didominasi oleh AS dan sekutunya. Pembentukan sistem pembayaran alternatif ini diharapkan tidak hanya mempermudah arus perdagangan antar anggota BRICS tetapi juga memberikan pilihan yang lebih luas bagi negara-negara lain yang ingin mendiversifikasi cadangan devisa mereka dari dolar AS.

Meski demikian, tantangan dalam mewujudkan sistem pembayaran BRICS ini tidaklah kecil. Dibutuhkan koordinasi yang matang antar negara anggota, harmonisasi regulasi, serta kesiapan infrastruktur teknologi. Keberhasilan BRICS dalam menciptakan jalur pembayaran yang fungsional dan diterima secara luas akan menjadi tolok ukur penting dalam mengukur potensi pergeseran lanskap keuangan global di masa depan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp