Dominasi Aprilia di Assen Bikin Marc Marquez Angkat Tangan: "Er… tidak!"

Wibowo

Assen, Belanda – Sirkuit TT Assen, yang dijuluki "The Cathedral of Speed", kembali menjadi saksi bisu dominasi tak terbantahkan. Kali ini, pabrikan asal Italia, Aprilia, tampil perkasa di MotoGP Belanda 2026, bahkan membuat pebalap veteran sekelas Marc Marquez merasa tak berdaya. Dalam respons singkat namun tegas, Marquez mengakui sulitnya menandingi kecepatan Aprilia, mengindikasikan bahwa Grand Prix Assen akhir pekan ini akan menjadi tantangan berat bagi tim-tim lain, terutama Ducati.

Pernyataan blak-blakan Marquez terlontar usai sesi pemanasan (warm-up) Minggu pagi, di mana ia hanya mampu finis di posisi keenam. Ketika ditanya apakah ia memiliki peluang untuk memperkecil jarak dengan Aprilia dalam balapan utama, jawaban dari pemegang delapan gelar juara dunia itu hanyalah satu kata: "Er… tidak!" Respons ini disampaikannya selama parade pebalap, mencerminkan frustrasi atas performa timnya sepanjang akhir pekan di Assen.

Sejak awal sesi di Assen, Marc Marquez belum pernah sekalipun menembus posisi lima besar. Ini adalah anomali bagi pebalap yang dikenal adaptif dan agresif di lintasan. Dalam salah satu sesi sebelumnya, ia finis di urutan ketujuh, meskipun ia juga menyebutkan bahwa pebalap lain, Pecco Bagnaia, sempat menyentuh area hijau lintasan sejauh satu sentimeter, yang mungkin memengaruhi posisinya. Meskipun demikian, Marquez menegaskan bahwa ia akan tetap berusaha memberikan yang terbaik. "Jadi, hanya mencoba melakukan yang terbaik," tambahnya singkat.

Dominasi Aprilia memang menjadi cerita utama di Assen. Tim pabrikan Italia ini berhasil mengunci empat posisi teratas dalam sesi kualifikasi, sebuah pencapaian yang sangat langka dan menunjukkan betapa kuatnya RS-GP di sirkuit legendaris ini. Puncaknya, Aprilia berhasil mengamankan posisi satu-dua di Sprint Race hari Sabtu melalui pebalap Trackhouse Racing, Raul Fernandez dan Ai Ogura. Hasil ini menegaskan superioritas Aprilia di lintasan dengan karakter cepat dan teknis seperti Assen.

Pebalap Ducati lainnya, Fabio di Giannantonio dari tim VR46 Ducati, sedikit memecah dominasi Aprilia dengan meraih posisi ketiga di Sprint Race. Namun, ia sendiri mengakui bahwa meraih kemenangan di balapan utama akan menjadi mimpi yang sangat sulit diwujudkan. "Tentu saja, akan menjadi mimpi yang luar biasa untuk menang di sini," kata Di Giannantonio. "Saya pikir Aprilia memiliki peluang lebih baik dari kami, tetapi kami pasti akan memberikan yang terbaik dan mencoba merepotkan mereka!" Pernyataan ini menunjukkan betapa besar tantangan yang dihadapi para pebalap Ducati untuk mengimbangi kecepatan Aprilia.

Situasi di kubu Ducati sendiri cukup beragam. Juara bertahan dan pebalap pabrikan Ducati, Pecco Bagnaia, yang sebelumnya memenangkan tiga dari empat balapan terakhir sebelum Assen, belum mampu menembus lima besar di sesi mana pun akhir pekan ini, kecuali pada sesi warm-up di mana ia berhasil menempati posisi ketiga. Bagnaia tetap optimistis bahwa podium masih mungkin diraih jika ia bisa melakukan start yang baik. "Sulit karena semua Aprilia super kuat dan super cepat, tetapi saya pikir jika kami berhasil melakukan start yang baik, ya, kami bisa berjuang untuk itu," ujar Bagnaia. Ia menekankan pentingnya start yang sempurna di balapan 26 lap tersebut.

Sementara itu, pemimpin klasemen kejuaraan, Marco Bezzecchi dari VR46 Ducati, berhasil kembali ke puncak daftar waktu di sesi warm-up setelah gagal meraih podium di Sprint Race. "Kemarin Sprint tidak buruk," kata pebalap Italia itu. "Memang benar di awal saya terlalu banyak kehilangan, tetapi saya akan mencoba yang terbaik untuk memulai dengan cara yang lebih baik dan berada di antara para pebalap teratas, mampu bertarung dan mencoba menikmati balapan." Bezzecchi saat ini memimpin klasemen dengan selisih sembilan poin dari Jorge Martin.

Jorge Martin, pebalap Pramac Ducati yang sebelumnya meraih pole position, mengalami penurunan performa signifikan. Ia hanya finis di posisi kelima pada Sprint Race dan bahkan terlempar ke urutan kesebelas di sesi warm-up. Martin mengakui bahwa timnya mengambil arah yang salah dengan pengaturan motornya. "Kami mencoba sesuatu di warm-up, itu tidak berhasil," kata Martin. "Jadi, mari kita coba meningkatkan gaya berkendara sedikit untuk lintasan. Sepertinya kami sedikit kehilangan di Sektor 3. Jadi kami akan mencoba menyatukan semuanya." Perjuangan Martin di Assen menunjukkan bahwa bahkan bagi pebalap tercepat di kualifikasi, mencari setelan yang tepat bisa menjadi pekerjaan rumah yang rumit.

Assen selalu dikenal sebagai sirkuit yang menuntut dan sering kali memunculkan kejutan. Karakteristik lintasan yang cepat dengan tikungan-tikungan mengalir sangat cocok dengan Aprilia RS-GP yang dikenal memiliki sasis kuat dan keunggulan di sektor-sektor cepat. Kondisi ini membuat para pebalap Ducati, termasuk Marc Marquez, harus bekerja ekstra keras untuk menemukan ritme dan kecepatan yang dibutuhkan.

Menjelang balapan utama 26 lap yang dijadwalkan dimulai pukul 14.00 waktu setempat (pukul 13.00 waktu Inggris), klasemen kejuaraan menunjukkan persaingan ketat di puncak. Marco Bezzecchi memimpin sembilan poin di atas Jorge Martin, 22 poin di depan Fabio di Giannantonio, dan 42 poin di atas Marc Marquez. Dengan performa Aprilia yang begitu dominan, hasil balapan utama di Assen berpotensi besar untuk mengubah dinamika persaingan di papan atas klasemen MotoGP musim ini, memberikan tantangan baru bagi para pebalap Ducati untuk mempertahankan posisi mereka.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All