Ratusan warga mendatangi Majelis Dzikir Nurul Hikam Abah Setu di Kampung Setu, RT 01/RW 04, Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi pada Rabu (12/6/2024). Kedatangan mereka dipicu oleh beredarnya video yang diduga berisi ujaran penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.
Aksi warga ini bertujuan untuk meminta klarifikasi langsung dari pengurus Majelis Dzikir Nurul Hikam Abah Setu terkait konten video yang meresahkan tersebut. Suasana di lokasi sempat tegang, namun berhasil dikendalikan oleh aparat kepolisian yang berjaga.
Menurut keterangan saksi mata, kerumunan warga mulai terbentuk sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka membawa spanduk dan mengungkapkan kekecewaan atas dugaan penghinaan yang terekam dalam video tersebut. Tuntutan utama warga adalah agar Majelis Dzikir memberikan penjelasan yang memuaskan dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Dalam video yang beredar, terdengar suara seseorang melontarkan pernyataan yang dianggap menyinggung umat Islam. Meskipun identitas pasti pembicara dalam video masih dalam penyelidikan, warga meyakini bahwa kejadian tersebut berkaitan dengan aktivitas Majelis Dzikir Nurul Hikam Abah Setu.
Menanggapi kedatangan warga, perwakilan Majelis Dzikir Nurul Hikam Abah Setu, KH. Endang Mulyana, menyatakan bahwa pihaknya sedang melakukan investigasi internal. “Kami akan mengusut tuntas masalah ini. Kami tidak mentolerir ujaran kebencian atau penghinaan terhadap siapapun, apalagi terhadap junjungan Nabi Muhammad SAW,” ujar KH. Endang Mulyana di hadapan warga dan awak media.
KH. Endang Mulyana menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kebenaran di balik video tersebut. “Kami akan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya setelah investigasi selesai. Kami berharap masyarakat bersabar dan tidak terprovokasi,” tambahnya.
Kapolsek Setu, AKP Sugeng, yang berada di lokasi kejadian, membenarkan adanya laporan dari warga terkait video tersebut. “Kami sudah menerima laporan dan sedang melakukan pendalaman. Kami mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” kata AKP Sugeng.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di Majelis Dzikir Nurul Hikam Abah Setu berangsur kondusif setelah dialog antara perwakilan warga dan pengurus majelis difasilitasi oleh aparat kepolisian. Pihak kepolisian berjanji akan segera memberikan perkembangan lebih lanjut setelah penyelidikan tuntas.
