Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi pada penutupan perdagangan Rabu, 7 September 2026. Indeks acuan bursa saham Indonesia ini turun sebesar 0,25%, mengakhiri hari di level tertentu. Aksi jual bersih oleh investor asing tercatat signifikan, mencapai Rp678,55 miliar.
Di tengah tren pelemahan IHSG tersebut, saham PT Indo-Rama Synthetics Tbk (TPIA) menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing. Data perdagangan menunjukkan bahwa TPIA mencatatkan volume penjualan bersih terbesar dari investor non-domestik.
Selain TPIA, beberapa saham lain juga mengalami aksi jual bersih yang cukup besar dari investor asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyusul di posisi kedua dengan net foreign sell sebesar Rp207,44 miliar. Posisi ketiga ditempati oleh PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan nilai jual bersih Rp166,04 miliar.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga menjadi sasaran aksi jual asing, dengan net foreign sell mencapai Rp136,45 miliar. Kemudian, PT Astrindo Nusantara Tbk (ASII) mencatatkan net foreign sell sebesar Rp124,19 miliar.
Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga turut dilego asing dengan nilai Rp106,72 miliar. Diikuti oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang mencatat net foreign sell Rp98,21 miliar.
Selanjutnya, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mengalami penjualan bersih dari investor asing senilai Rp92,19 miliar. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga menjadi perhatian dengan net foreign sell Rp82,09 miliar.
Terakhir dalam daftar saham yang paling banyak dijual asing adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan nilai Rp77,29 miliar dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) senilai Rp76,96 miliar.
