Iran secara tegas mengeluarkan peringatan kepada Korea Selatan. Peringatan ini terkait dengan potensi pengerahan atau kehadiran kekuatan militer Seoul di wilayah krusial Teluk Persia dan Selat Hormuz. Ancaman ini muncul menyusul langkah Korea Selatan yang dikabarkan akan mengirimkan kapal perangnya ke kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya, Iran menegaskan bahwa kehadiran militer Korea Selatan di perairan strategis tersebut tidak dapat diterima. Teheran menganggap hal ini sebagai tindakan provokatif yang dapat mengganggu stabilitas regional. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, dalam konferensi pers pada Selasa (19/1/2021), secara eksplisit menyampaikan pesan tersebut. Ia menekankan bahwa negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Iran harus menahan diri dari tindakan yang dapat menimbulkan ketegangan.
“Kami tidak mengizinkan negara mana pun, termasuk Korea Selatan, untuk mengerahkan atau menghadirkan kekuatan militernya di Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujar Khatibzadeh. Ia menambahkan, “Kami memiliki hubungan baik dengan Korea Selatan, dan kami berharap mereka tidak melakukan tindakan yang dapat menyulitkan kami.”
Kabar mengenai potensi pengerahan kapal perang Korea Selatan ke Teluk Persia ini memang santer terdengar. Laporan dari media lokal Korea Selatan, Yonhap, pada Senin (18/1/2021), menyebutkan bahwa Angkatan Laut Korea Selatan sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan kapal perusak perangnya, sejauh ini belum ada nama spesifik kapal yang disebutkan, ke wilayah tersebut. Misi yang direncanakan adalah untuk melindungi aset nasional Korea Selatan, termasuk kapal tanker minyak, serta menjaga keamanan pelayaran di kawasan yang vital bagi perdagangan energi global.
Meskipun tujuan pengerahan pasukan militer Korea Selatan diklaim murni untuk misi keamanan dan perlindungan kepentingan ekonomi, Iran memandang ini sebagai potensi ancaman terhadap kedaulatan dan keamanan nasionalnya. Posisi Iran sangat sensitif terhadap setiap kehadiran militer asing di Teluk Persia, terutama yang dianggap dapat mengintervensi atau mengancam jalur pelayaran strategis seperti Selat Hormuz, yang merupakan jalur keluar utama minyak mentah Iran.
Peringatan keras dari Iran ini menjadi penanda ketegangan yang terus membayangi kawasan Teluk Persia. Sikap tegas Teheran ini menggarisbawahi kekhawatiran Iran terhadap peningkatan kehadiran militer negara-negara asing di dekat perbatasannya dan berpotensi memperumit hubungan diplomatik antara Iran dan Korea Selatan yang selama ini terjalin.
