Monday, 7 September 2026
BREAKING
DUNIA

Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 11 Warga, Picu Kekhawatiran Gencatan Senjata

Oleh Rini Widiyarti September 7, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Serangan udara Israel di sebuah desa di Lebanon selatan pada hari Senin (22/7/2024) dilaporkan menewaskan sedikitnya 11 orang. Peristiwa ini memicu kekhawatiran baru terkait stabilitas gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat, yang dirancang untuk mengakhiri permusuhan antara Israel dan kelompok militan Hezbollah.

Menurut laporan media pemerintah Lebanon, korban jiwa tersebut merupakan warga sipil yang menjadi korban dalam serangan yang mengguncang wilayah tersebut. Insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang terus berlanjut di perbatasan kedua negara.

Kementerian Kesehatan Lebanon mengonfirmasi jumlah korban tewas dan memperingatkan bahwa angka tersebut bisa saja bertambah. Serangan tersebut menghantam pemukiman warga di desa Deir Qanoun al-Nahr, yang terletak di selatan Lebanon. Juru bicara Kementerian Kesehatan Lebanon, Dr. Ahmad Khater, menyatakan, “Kami sangat prihatin dengan meningkatnya jumlah korban sipil akibat serangan ini. Ini adalah tragedi kemanusiaan yang tidak dapat diterima.”

Pihak berwenang Lebanon segera merilis pernyataan yang menegaskan bahwa serangan terbaru ini secara serius membahayakan upaya perdamaian. “Serangan-serangan terbaru ini membahayakan gencatan senjata yang telah dinegosiasikan dengan susah payah oleh Amerika Serikat,” ujar seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Lebanon dalam keterangan persnya.

Gencatan senjata yang dimediasi AS tersebut, yang mulai berlaku pada akhir Juni 2024, bertujuan untuk menghentikan baku tembak yang telah berlangsung selama berbulan-bulan antara Israel dan Hezbollah. Namun, kedua belah pihak kerap saling menuduh melanggar kesepakatan tersebut, menciptakan ketegangan yang berkelanjutan.

Seorang saksi mata di Deir Qanoun al-Nahr, Fatima Hassan, menceritakan suasana mencekam pasca serangan. “Kami mendengar suara ledakan yang sangat keras, disusul kepanikan. Banyak rumah yang rusak parah. Kami melihat tetangga kami terluka dan beberapa tidak selamat,” tuturnya dengan suara bergetar.

Sementara itu, militer Israel belum memberikan pernyataan resmi terkait serangan di Deir Qanoun al-Nahr. Namun, Israel secara konsisten menyatakan bahwa mereka menargetkan infrastruktur militer Hezbollah yang mereka klaim digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Israel.

Organisasi bantuan internasional juga menyuarakan keprihatinan mereka. “Kami menyerukan semua pihak untuk menghentikan kekerasan dan menghormati hukum internasional demi melindungi warga sipil,” kata perwakilan sebuah badan kemanusiaan yang beroperasi di wilayah tersebut.

Bagikan: Facebook X WhatsApp