Saturday, 5 September 2026
BREAKING
BERITA

BRIN Ungkap Potensi Tepung Singkong sebagai Pemadam Karhutla, Hasil Penelitian Mengejutkan

Oleh Emanuel September 5, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) angkat bicara mengenai klaim potensi tepung singkong sebagai agen pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pernyataan ini menanggapi maraknya diskusi publik yang mempertanyakan efektivitas penggunaan tepung singkong untuk mengatasi bencana ekologis tersebut.

Melalui peneliti Pusat Riset Teknologi Pertanian BRIN, Dr. Hery Susanto, BRIN mengonfirmasi bahwa tepung singkong memang memiliki potensi untuk digunakan dalam upaya pemadaman karhutla. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada formulasi dan cara aplikasinya.

Penelitian yang dilakukan oleh BRIN, khususnya yang melibatkan tepung singkong, menunjukkan bahwa bahan ini dapat bertindak sebagai penekan api. Mekanisme kerjanya adalah dengan membentuk lapisan pelindung yang menghalangi oksigen masuk ke area pembakaran. “Tepung singkong ini sifatnya menyerap air. Ketika disemprotkan ke api, dia akan menyerap air dan membentuk lapisan yang menghalangi oksigen, sehingga api bisa padam,” jelas Dr. Hery Susanto dalam keterangan tertulis pada Selasa (5/9/2023).

Lebih lanjut, Dr. Hery memaparkan bahwa hasil uji coba awal yang dilakukan di laboratorium menunjukkan bahwa tepung singkong efektif dalam memadamkan api pada skala kecil. Namun, ia menekankan bahwa penerapan di lapangan untuk skala kebakaran hutan yang luas memerlukan studi lebih lanjut dan pengembangan formulasi yang tepat. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana memastikan distribusi tepung singkong secara merata ke seluruh area kebakaran, terutama di medan yang sulit dijangkau.

Selain potensi sebagai pemadam api, tepung singkong juga berpotensi untuk dikembangkan menjadi bahan yang lebih canggih. BRIN tengah menjajaki kemungkinan untuk mengkombinasikan tepung singkong dengan bahan lain yang dapat meningkatkan daya tahannya terhadap air dan memperpanjang waktu efektifnya sebagai agen pemadam. “Kita perlu melakukan penelitian lebih lanjut untuk formulasi yang tepat dan bagaimana cara aplikasinya di lapangan,” imbuhnya.

BRIN juga mengklarifikasi bahwa klaim mengenai efektivitas tepung singkong sebagai pemadam karhutla bukanlah hal baru. Beberapa penelitian sebelumnya di berbagai negara juga telah mengkaji potensi serupa dari pati-patian. Namun, hasil yang spesifik dan relevan dengan kondisi kebakaran hutan di Indonesia masih terus dikembangkan.

Pemerintah melalui BRIN terus berkomitmen untuk mencari solusi inovatif dalam penanganan karhutla. Penggunaan bahan lokal seperti tepung singkong menjadi salah satu alternatif yang menarik untuk dieksplorasi lebih dalam, mengingat ketersediaannya yang melimpah di Indonesia. Langkah selanjutnya adalah bagaimana menerjemahkan potensi laboratorium ini menjadi solusi praktis dan efektif di lapangan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp