Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Bandung menduga suara dentuman keras yang menggegerkan warga Bandung Raya dan sekitarnya pada Selasa, 16 Januari 2024, berkaitan dengan aktivitas di Danau Purba.
Suara misterius yang terdengar sekitar pukul 11.00 WIB itu menimbulkan kepanikan dan kebingungan di tengah masyarakat. BMKG segera melakukan investigasi untuk mencari tahu sumber pasti dari fenomena alam tersebut.
Kepala BMKG Kota Bandung, Mugiono, menjelaskan bahwa pihaknya telah menganalisis berbagai kemungkinan penyebab. “Kami menduga kuat, apa yang terjadi itu ada kaitannya dengan yang ada di bawah permukaan tanah, khususnya di zona Danau Purba,” ujar Mugiono dalam konferensi pers pada Rabu, 17 Januari 2024.
Mugiono menambahkan bahwa analisis tersebut didasarkan pada data seismograf yang terpasang di wilayah Bandung. “Kami punya alat seismograf, di mana alat itu merekam getaran. Nah, hasil rekaman seismograf itu ada getaran yang tercatat, namun intensitasnya sangat rendah,” jelasnya.
Getaran yang terekam oleh seismograf BMKG memiliki magnitudo yang sangat kecil, bahkan tidak mampu menimbulkan kerusakan. Hal ini mengindikasikan bahwa sumber getaran bukanlah aktivitas tektonik yang signifikan.
Menurut Mugiono, zona Danau Purba merupakan area yang memiliki karakteristik geologis unik dan berpotensi menyimpan gas atau material lain yang dapat menyebabkan fenomena serupa. “Di bawah permukaan tanah itu ada lapisan-lapisan yang memang sudah lama terbentuk, ada juga lapisan yang terbentuk dari proses geologi di masa lalu, seperti Danau Purba,” terangnya.
BMKG masih terus melakukan pemantauan dan analisis lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dari dentuman tersebut. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.
