Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tengah berupaya memulangkan jenazah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang berstatus pekerja magang. WNI tersebut dilaporkan meninggal dunia secara tragis akibat terjepit mesin pabrik di Hiroshima, Jepang.
Pihak Kemlu RI mengonfirmasi bahwa proses penyelidikan mendalam sedang berjalan untuk mengungkap secara pasti kronologi di balik insiden maut tersebut. Fokus utama penyelidikan adalah untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai peristiwa yang menyebabkan kematian pekerja magang WNI itu.
Meski detail kronologi masih dalam tahap investigasi, informasi awal menyebutkan bahwa kecelakaan kerja fatal itu terjadi di sebuah pabrik di Hiroshima. Sang pekerja magang dilaporkan terjepit oleh mesin saat tengah menjalankan tugasnya, yang berujung pada kematiannya di lokasi kejadian.
Atase Ketenagakerjaan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, A.N.S. Koeswardono, telah berada di Hiroshima untuk memantau langsung perkembangan kasus ini. Ia juga bertugas untuk mengurus proses pemulangan jenazah WNI tersebut ke tanah air.
Koeswardono menjelaskan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak kepolisian setempat dan manajemen perusahaan tempat korban bekerja. “Kami sudah berkomunikasi dengan kepolisian setempat dan juga pihak perusahaan. Kami menunggu hasil investigasi dari kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti dari kecelakaan tersebut,” ujar Koeswardono.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya sedang mengupayakan agar jenazah korban dapat segera dipulangkan ke Indonesia. “Kami sedang mengupayakan agar jenazah bisa secepatnya kita pulangkan ke Indonesia,” tambahnya.
Keluarga korban yang berada di Indonesia juga telah dihubungi dan diberikan informasi mengenai musibah yang menimpa anggota keluarga mereka. Pihak KBRI Tokyo akan terus memberikan pendampingan dan informasi terbaru kepada keluarga hingga jenazah tiba di Indonesia.
