Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di jurnal medis The BMJ mengungkap fakta mengkhawatirkan mengenai kesehatan mantan pemain National Football League (NFL). Setidaknya 24,5% dari mantan pemain NFL yang meninggal antara tahun 2016 hingga 2021 terdiagnosis menderita Chronic Traumatic Encephalopathy (CTE) saat meninggal dunia. Angka ini menunjukkan prevalensi yang signifikan dari penyakit neurodegeneratif yang berkaitan dengan riwayat cedera kepala berulang.
Meskipun para peneliti menyatakan tidak terkejut dengan temuan ini, Dr. Daniel H. Daneshvar, MD, PhD, selaku ketua departemen kedokteran fisik dan rehabilitasi di Mass General Brigham, mengakui bahwa besaran angka tersebut sangat mencolok. Ia menekankan bahwa prevalensi CTE yang sebenarnya di kalangan mantan pemain NFL ini hampir pasti lebih tinggi dari seperempatnya.
“Kami tidak dapat menyatakan secara pasti seberapa tinggi angka tersebut dari data ini, namun bahkan dengan angka 24,5% saja sudah cukup mengkhawatirkan,” ujar Dr. Daneshvar.CTE sendiri merupakan penyakit degeneratif otak yang terkait dengan cedera kepala traumatis berulang, seperti gegar otak dan benturan yang tidak disadari selama bertahun-tahun. Gejalanya dapat berupa perubahan suasana hati, masalah memori, kesulitan berpikir, dan perilaku impulsif.
Studi yang menganalisis data pemain yang meninggal antara tahun 2016-2021 ini memberikan gambaran lebih jelas mengenai dampak jangka panjang dari bermain di liga profesional football Amerika. Meskipun penelitian ini tidak dapat menghitung prevalensi CTE yang pasti, angka yang dilaporkan sudah cukup menjadi perhatian serius bagi komunitas medis dan olahraga.
