Friday, 4 September 2026
BREAKING
BERITA

Sekolah Jamin Biaya Pengobatan Siswa Diduga Keracunan Makanan di Lasem

Oleh Emanuel September 4, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sekolah Pendidikan Para Guru (SPPG) Soditan, Lasem, Rembang, menyatakan siap menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang diduga mengalami keracunan makanan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sekolah terhadap kesehatan para siswanya setelah insiden yang terjadi baru-baru ini.

Pihak sekolah tidak tinggal diam dan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem dapur sekolah. Selain itu, pemantauan ketat terhadap kondisi para siswa yang terdampak terus dilakukan secara intensif. Fokus utama saat ini adalah memastikan kesembuhan total seluruh siswa yang diduga mengalami keracunan.

Menurut keterangan yang dihimpun, setidaknya ada 20 siswa yang dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disediakan oleh pihak sekolah. Kejadian ini membuat para orang tua siswa menjadi khawatir dan menuntut kejelasan serta pertanggungjawaban dari pihak SPPG Soditan.

“Kami akan bertanggung jawab penuh atas semua biaya pengobatan siswa yang sakit. Kami juga akan melakukan investigasi internal untuk mengetahui penyebab pasti keracunan ini,” ujar salah satu perwakilan SPPG Soditan yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pihak puskesmas setempat untuk memastikan penanganan medis yang optimal bagi para siswa.

Evaluasi mendalam terhadap sumber bahan baku makanan, proses pengolahan, hingga kebersihan lingkungan dapur menjadi prioritas utama. SPPG Soditan berkomitmen untuk melakukan perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Pemantauan harian terhadap kesehatan seluruh siswa juga akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi.

Sementara itu, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang juga telah turun tangan untuk melakukan pemeriksaan sampel makanan dan investigasi lebih lanjut di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan laboratorium diharapkan dapat segera keluar untuk memastikan penyebab pasti insiden keracunan tersebut. Keterangan dari para siswa dan staf dapur juga turut dikumpulkan untuk melengkapi data investigasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp