Pasien psoriasis yang menjalani diet ketogenik (keto) atau diet pembatasan kalori berkelanjutan, dikombinasikan dengan terapi sistemik, menunjukkan perbaikan signifikan pada tingkat keparahan penyakit. Temuan ini berasal dari tinjauan sistematis yang diterbitkan dalam Journal of Drugs in Dermatology.
Penelitian ini menemukan bahwa kepatuhan terhadap salah satu pola makan tersebut, bersamaan dengan pengobatan dermatologis sistemik, menghasilkan penurunan berat badan yang substansial dan pengurangan biomarker inflamasi pada pasien psoriasis. Sebaliknya, puasa intermiten menunjukkan manfaat yang lebih terbatas dalam mengelola keparahan psoriasis.
Penulis utama studi, Ahmed N. Alqefari, MBBS, menjelaskan bahwa manfaat utama yang terlihat berasal dari defisit kalori yang berkelanjutan dan perubahan metabolik yang diinduksi oleh diet, bukan semata-mata dari waktu puasa itu sendiri. Hal ini menekankan pentingnya total asupan kalori dan dampaknya terhadap metabolisme tubuh dalam pengelolaan kondisi inflamasi seperti psoriasis.
Tinjauan sistematis ini menganalisis berbagai studi untuk mengevaluasi efektivitas berbagai pendekatan diet dalam penanganan psoriasis. Hasilnya menunjukkan korelasi kuat antara diet keto atau pembatasan kalori dengan penurunan keparahan psoriasis, yang ditandai dengan hilangnya plak, berkurangnya kemerahan, dan peradangan.
Selain perbaikan pada gejala psoriasis, penurunan berat badan yang dicapai melalui diet ini juga berkontribusi pada pengurangan penanda inflamasi sistemik. Psoriasis sendiri merupakan penyakit autoimun yang seringkali berkaitan dengan peradangan kronis dalam tubuh, sehingga pengurangan peradangan secara keseluruhan dapat memberikan dampak positif ganda.
Para peneliti menyarankan bahwa dokter dan pasien psoriasis dapat mempertimbangkan diet keto atau pembatasan kalori sebagai strategi tambahan yang efektif dalam rejimen pengobatan, terutama ketika dikombinasikan dengan terapi medis standar. Namun, penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum memulai diet ketat untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya bagi setiap individu.
