Friday, 4 September 2026
BREAKING
EKONOMI

AS Tuding Ukraina dan Iran Picu Lonjakan Harga Energi Global

Oleh Yohanes September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS), Scott Bessent, mengidentifikasi serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia sebagai salah satu penyebab utama lonjakan harga energi global. Hal ini disampaikan Bessent di tengah kekhawatiran dunia akan dampak kenaikan harga komoditas energi.

Bessent juga menyoroti peran Iran dalam dinamika harga energi. Menurutnya, aksi Iran yang dinilai mengganggu jalur pelayaran di Laut Merah turut berkontribusi pada kenaikan biaya transportasi energi, yang pada akhirnya membebani konsumen.

Pernyataan Bessent ini muncul sebagai respons terhadap situasi pasar energi global yang semakin memanas. Kenaikan harga minyak dan gas bumi telah menjadi perhatian serius berbagai negara, mengingat dampaknya yang luas terhadap perekonomian, mulai dari inflasi hingga biaya produksi industri.

Lebih lanjut, Bessent menekankan bahwa situasi geopolitik yang kompleks, termasuk konflik di Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, menjadi faktor krusial dalam fluktuasi harga energi. Ia menyatakan, “Serangan Ukraina terhadap fasilitas energi Rusia berkontribusi pada kenaikan harga energi global.” Ia menambahkan bahwa aksi Iran di Laut Merah juga menjadi penyebabnya.

Analisis dari Kementerian Keuangan AS ini memberikan perspektif mengenai bagaimana peristiwa-peristiwa di luar kendali pasar langsung dapat memengaruhi pasokan dan biaya energi. Keterlibatan negara-negara seperti Ukraina dan Iran, melalui tindakan militer dan geopolitik mereka, secara tidak langsung menciptakan ketidakpastian dan risiko dalam rantai pasok energi global.

Kenaikan harga energi global ini berpotensi memperburuk inflasi di banyak negara dan memberikan tekanan tambahan pada rumah tangga serta sektor bisnis. Oleh karena itu, pernyataan Bessent ini menjadi sorotan penting dalam upaya memahami dan mengantisipasi pergerakan harga energi di masa mendatang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp