Pontianak, 2 September 2026 – Perjalanan dua wakil Indonesia di ajang POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026 harus terhenti di babak 32 besar. Pasangan ganda campuran M. Nawaf Khoiriyansyah/Nahya Muhyifa dan tunggal putri Dalila Aghnia Puteri gagal melaju ke babak selanjutnya setelah menelan kekalahan dari lawan masing-masing.
Nawaf/Nahya, yang merupakan unggulan ketiga, harus mengakui keunggulan pasangan Malaysia, Tan Zhi Yang/Teoh Mei Xing. Dalam pertandingan yang berlangsung di GOR Pontianak, mereka kalah dua gim langsung dengan skor 9-21 dan 12-21. Nawaf mengungkapkan bahwa pola permainan di gim pertama yang terlalu banyak mengangkat bola membuat mereka rentan terhadap serangan lawan. “Di gim kedua coba ganti pola tapi lawan bisa mengantisipasi dan bermain lebih baik, kami jadi tidak bisa keluar dari tekanan,” ujar Nawaf.
Lebih lanjut, Nawaf menilai bahwa kelemahan timnya terletak pada kalah dalam hal power dan tekanan bola. “Mereka cukup unggul dan membuat kami kesulitan,” tambahnya. Merespons hasil yang dianggapnya tidak memuaskan di dua turnamen terakhir, Nawaf bertekad untuk meningkatkan aspek tenaga, kecepatan, serta konsistensi dan fokus permainan. Sementara itu, Nahya Muhyifa menekankan perlunya menajamkan penempatan bola dalam latihan ke depan.
Di sektor tunggal putri, Dalila Aghnia Puteri juga harus tersingkir setelah dikalahkan oleh wakil Malaysia, Goh Jin Wei, dengan skor 16-21 dan 13-21. Dalila mengaku sempat merasa nyaman di awal pertandingan dan mampu mempercepat tempo permainan dengan lebih aman. Namun, ia menyoroti momen kritis saat poin 15 di gim pertama di mana ia melakukan banyak kesalahan sendiri dan kurang cepat dalam mengantisipasi bola.
“Ini bisa jadi pelajaran buat saya, dengan level yang lebih tinggi di turnamen ini jadi saya ingin upgrade diri lagi, lebih baik lagi. Ingin levelnya naik terus pastinya,” ungkap Dalila penuh harap. Ia menyadari bahwa perlu peningkatan dalam hal kontrol diri untuk bermain lebih aman dan rapi, serta menghindari mati sendiri. Selain itu, Dalila juga bertekad untuk meningkatkan kepercayaan dirinya di lapangan.
