Sebuah rancangan undang-undang penghentian sementara anggaran (continuing resolution) yang akan ditandatangani Presiden Donald Trump untuk mencegah penutupan pemerintahan federal juga membawa implikasi signifikan terhadap proses pemberian hibah federal di Amerika Serikat. Rancangan ini, jika disahkan, akan memblokir sementara perubahan yang diusulkan pada cara hibah federal dikelola.
Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat telah meloloskan H.R. 6500 pada 1 September lalu. Pemungutan suara ini menunjukkan dukungan bipartisan yang kuat, dengan 370 anggota memilih setuju dan 48 anggota menolak. Sebanyak empat belas anggota tercatat tidak memberikan suara.
Perubahan yang diusulkan, yang menurut para ahli disebut sebagai “pergeseran yang belum pernah terjadi sebelumnya” oleh Office of Management and Budget (OMB), berpotensi mengubah secara drastis mekanisme pemberian hibah federal. Meskipun detail spesifik mengenai sifat perubahan tersebut tidak dirinci dalam laporan asli, fokus utama dari H.R. 6500 adalah untuk menunda implementasi perubahan ini.
Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kekhawatiran yang muncul mengenai dampak dari perubahan yang diusulkan oleh OMB. Dengan disahkannya rancangan undang-undang ini, proses pemberian hibah federal akan tetap berjalan sesuai dengan prosedur yang ada untuk sementara waktu, memberikan ruang lebih bagi diskusi dan tinjauan lebih lanjut sebelum ada perubahan permanen diberlakukan.
