Thursday, 3 September 2026
BREAKING
DUNIA

Serangan di Selat Hormuz Tewaskan Dua Pelaut Filipina, Arab Saudi Salahkan Iran

Oleh Rini Widiyarti September 3, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Serangan terhadap kapal tanker Sidr di Selat Hormuz pada hari Senin lalu dilaporkan telah merenggut nyawa dua pelaut berkebangsaan Filipina. Arab Saudi dengan tegas mengutuk insiden yang menargetkan kapal tersebut, yang diduga dihantam oleh proyektil tak dikenal.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan kecaman kerasnya atas serangan tersebut. Menurut pernyataan resmi kerajaan, insiden ini merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan norma pelayaran. Kapal tanker Sidr dilaporkan mengalami kerusakan akibat dihantam oleh objek yang belum teridentifikasi saat melintasi jalur pelayaran vital tersebut.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan, “Kerajaan mengutuk penargetan kapal Sidr, yang dilaporkan dihantam oleh proyektil tak dikenal di Selat Hormuz pada hari Senin.” Kerajaan juga menegaskan kembali komitmennya terhadap keamanan maritim dan kebebasan navigasi di kawasan tersebut.

Insiden ini menambah ketegangan yang sudah ada di Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar pasokan minyak mentah dunia. Pihak berwenang Arab Saudi belum merinci lebih lanjut mengenai jenis proyektil yang digunakan atau pihak yang bertanggung jawab, namun dalam konteks ketegangan regional yang sedang berlangsung, tudingan terhadap Iran santer terdengar, meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Teheran.

Pemerintah Filipina juga dilaporkan telah merespons insiden ini, dengan fokus pada nasib warga negaranya yang menjadi korban. Kementerian Luar Negeri Filipina diperkirakan akan mengeluarkan pernyataan resmi mengenai langkah-langkah yang akan diambil untuk mengevakuasi dan memberikan bantuan kepada keluarga para pelaut yang meninggal.

Serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz bukan kali pertama terjadi. Serangkaian insiden serupa telah meningkatkan kekhawatiran global mengenai stabilitas pasokan energi dan potensi eskalasi konflik di Timur Tengah. Komunitas internasional diharapkan akan menyerukan penyelidikan menyeluruh dan akuntabilitas bagi pelaku serangan ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp