Badan Kepegawaian Negara (BKN) tengah bersiap untuk meluncurkan format ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang baru. Persiapan ini dilakukan setelah proses pendaftaran Sekolah Kedinasan tahun 2026 resmi ditutup pada tanggal 30 Agustus 2026.
Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, mengungkapkan bahwa model ujian CPNS yang baru ini diharapkan dapat menjawab tantangan dalam seleksi aparatur sipil negara di masa depan. “Kita sedang menyiapkan model tes CPNS terbaru, sekaligus untuk seleksi sekolah kedinasan ke depan,” ujar Bima Haria Wibisana.
Lebih lanjut, Bima menjelaskan bahwa penyusunan format ujian ini merupakan hasil evaluasi mendalam terhadap pelaksanaan seleksi CPNS dan sekolah kedinasan sebelumnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam menjaring talenta-talenta terbaik bagi birokrasi Indonesia. “Ini dilakukan untuk memperkuat sistem seleksi CPNS dan sekolah kedinasan ke depan,” jelasnya.
Meski detail mengenai perubahan spesifik dalam model ujian CPNS baru ini belum diuraikan secara rinci, Bima memastikan bahwa BKN terus berupaya melakukan inovasi. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk melakukan reformasi birokrasi secara berkelanjutan. Ujian CPNS model baru ini diharapkan dapat menghasilkan SDM aparatur yang lebih kompeten dan berintegritas.
Proses pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 sendiri telah berakhir pada 30 Agustus 2026. Penutupan pendaftaran ini menandai dimulainya tahapan-tahapan selanjutnya dalam proses seleksi, termasuk pengembangan dan implementasi sistem ujian CPNS yang baru oleh BKN.
