Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara resmi mengumumkan 76 pelajar terbaik yang berhasil lolos seleksi untuk menjadi calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat pada perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026. Ke-76 calon paskibraka ini mewakili 38 provinsi di seluruh Indonesia, menunjukkan keragaman dan semangat persatuan bangsa.
Proses seleksi yang sangat ketat telah dilalui oleh ratusan ribu pendaftar. Sebanyak 119.441 siswa dari berbagai penjuru tanah air berpartisipasi dalam tahapan awal seleksi yang diselenggarakan di tingkat provinsi. Dari jumlah tersebut, hanya yang terbaik yang berhak melaju ke tahap verifikasi pusat, yang diikuti oleh 228 peserta. Akhirnya, 76 nama terpilih sebagai calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026, sebuah pencapaian membanggakan yang menandai langkah awal mereka dalam mengemban tugas mulia.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para calon paskibraka yang terpilih. Menurutnya, mereka adalah generasi muda pilihan yang tidak hanya memiliki fisik prima, tetapi juga menunjukkan kedisiplinan tinggi, karakter kuat, serta semangat kebangsaan yang membara. "Mereka adalah generasi muda terbaik yang telah menunjukkan kapasitas, disiplin, karakter, dan semangat kebangsaan yang luar biasa," ujar Yudian Wahyudi dalam keterangannya pada Senin, 22 Juni 2026.
Keberadaan Paskibraka sendiri merupakan amanat konstitusi yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka. Regulasi ini menegaskan peran strategis Paskibraka sebagai wadah kaderisasi calon pemimpin bangsa. Melalui program ini, para pemuda-pemudi diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai luhur Pancasila dan pemahaman mendalam terhadap Undang-Undang Dasar 1945.
Pelaksanaan program Paskibraka, mulai dari proses rekrutmen, seleksi, pendidikan, pelatihan, hingga pengukuhan, diatur secara rinci dalam Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022. Mekanisme seleksi di tingkat pusat melibatkan tim multidisiplin yang sangat profesional. Sebanyak 80 tenaga medis, perwakilan dari unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), turut berperan. Selain itu, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) juga menjadi bagian integral dalam memastikan kualitas dan integritas proses seleksi.
BPIP menjamin bahwa seluruh tahapan seleksi calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026 dilaksanakan dengan prinsip-prinsip utama: objektivitas, transparansi, akuntabilitas, dan independensi. Lembaga ini berkomitmen penuh untuk memberantas praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam setiap prosesnya. "BPIP memastikan seluruh proses pembentukan Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026 dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, independen, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Tidak ada perlakuan khusus maupun keberpihakan terhadap daerah tertentu," tegas Yudian Wahyudi. Komitmen ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa hanya kandidat yang benar-benar layak yang terpilih.
Proses seleksi yang meritokratis ini membuka kesempatan yang sama bagi seluruh pemuda-pemudi berprestasi di seluruh Indonesia. Dari 38 provinsi, terpilihlah dua wakil terbaik, satu putra dan satu putri, yang akan bergabung dalam Paskibraka Tingkat Pusat. Daftar calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 yang dirilis mencakup nama-nama dari berbagai daerah.
Sebagai contoh, dari Provinsi Aceh, terpilih Muhammad Hibban Annafis sebagai putra dan Zilqueensa Abintary Laudicia Simatupang sebagai putri. Di Sumatera Utara, Gussa Oliver Nainggolan dan Felesia Rismaito Munthe menjadi wakilnya. Sumatera Barat akan diwakili oleh Ahmad Alfatih dan Ulya Kireina Halim. Riau mengirimkan Rizqy Aditya Siregar dan Arifa Rahma Maulydha. Jambi mendaulat Achmad Fachri Mubarok dan Rizkia Putri. Dari Sumatera Selatan, Muhammad Ikhsan Nugroho dan Khalyana Zahira Sandi berhasil lolos. Bengkulu akan diwakili oleh M. Aryo Wira Zandhyka. Y dan Nadine Permata Vanza. Lampung mengirimkan Naufal Ghaly Oktora dan Chika Azahra Salsabilla. Terakhir, Kepulauan Bangka Belitung diwakili oleh Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah.
Keberhasilan para calon paskibraka ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi mereka pribadi dan keluarga, tetapi juga bagi sekolah dan daerah asal mereka. Mereka akan segera memasuki tahap pelatihan intensif untuk mempersiapkan diri secara fisik dan mental dalam menjalankan tugas pengibaran bendera pusaka pada momen krusial 17 Agustus 2026 di Istana Negara. Program Paskibraka ini terus menjadi simbol kebanggaan nasional dan menjadi ajang pembuktian kualitas generasi muda Indonesia dalam menjaga kedaulatan dan persatuan bangsa.











