Monday, 24 August 2026
BREAKING
HIBURAN

18 Selebritas dan Influencer Dipanggil Polisi Terkait Arisan Online Bodong di Jawa Timur

Oleh Danu Eko August 24, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Sebanyak 18 figur publik, termasuk artis dan influencer, telah dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam promosi arisan online fiktif yang beroperasi di wilayah Jawa Timur. Kasus ini berawal dari laporan masyarakat yang merasa tertipu oleh skema arisan yang ternyata tidak berujung pada pencairan dana sebagaimana dijanjikan.

Penyelidikan polisi mengarah pada sebuah jaringan arisan online yang diduga dijalankan oleh seorang selebgram asal Bali. Selebgram tersebut diduga menjadi otak di balik penipuan berkedok arisan ini, yang kemudian turut dipromosikan oleh sejumlah artis dan influencer demi mendapatkan keuntungan. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi mengenai identitas lengkap dari para artis dan influencer yang dipanggil, namun kepolisian menegaskan bahwa proses pemanggilan ini merupakan bagian dari upaya penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat.

Pihak kepolisian masih terus mendalami motif dan peran masing-masing individu yang diduga terlibat. Fokus utama adalah untuk membuktikan adanya unsur penipuan dan kerugian yang dialami oleh para peserta arisan. “Kami memanggil mereka untuk dimintai keterangan terkait perannya masing-masing dalam mempromosikan arisan tersebut. Ini adalah bagian dari proses penyelidikan kami,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya, pada Rabu (24/11/2021).

Arisan online fiktif ini diduga telah merugikan banyak orang, dengan total kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Modus operandi yang digunakan adalah dengan menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, namun pada kenyataannya, dana yang terkumpul tidak dicairkan kepada pemenang arisan. Para peserta dijanjikan akan mendapatkan sejumlah uang tunai yang jumlahnya bervariasi, tergantung pada besaran iuran yang mereka setorkan.

Kepolisian mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi atau skema keuangan yang menjanjikan keuntungan tidak wajar. “Kami sarankan masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap tawaran yang masuk, terutama yang melibatkan sejumlah besar uang. Jangan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar,” tambah sumber tersebut.

Kasus ini diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tidak mudah terperangkap dalam modus penipuan serupa. Pihak kepolisian berkomitmen untuk menindak tegas pelaku kejahatan keuangan dan mengembalikan hak-hak korban sebisa mungkin. Proses penyelidikan masih terus berlanjut, dan kemungkinan akan ada perkembangan lebih lanjut seiring dengan semakin terbukanya fakta-fakta baru.

Bagikan: Facebook X WhatsApp