Sunday, 30 August 2026
BREAKING
POLITIK

165 Ribu Kasus ISPA Akibat Karhutla, Komisi IX DPR Mendesak Kemenkes Bertindak

Oleh Danu Ilham August 30, 2026 44 minutes lalu 0 komentar

Pontianak, Kalimantan Barat – Ribuan warga Kalimantan Barat kini tengah berjuang melawan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang mencapai angka mencengangkan, yakni 165 ribu kasus. Angka ini merupakan dampak langsung dari kabut asap pekat yang diselimuti wilayah tersebut akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menanggapi situasi darurat kesehatan ini, Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengambil langkah konkret.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, secara tegas meminta Kemenkes untuk tidak tinggal diam. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat dan efektif terhadap lonjakan kasus ISPA yang secara serius mengancam kesehatan masyarakat di Kalimantan Barat. Menurutnya, Kemenkes harus segera mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk meredam dampak buruk karhutla terhadap kesehatan warga.

“Kita melihat ada 165 ribu kasus ISPA di Kalbar, ini harus segera ditangani oleh Kementerian Kesehatan,” tegas Yahya Zaini dalam sebuah pernyataan. Permintaan ini dilontarkan mengingat kondisi kabut asap yang tak kunjung mereda, menyebabkan warga, terutama anak-anak dan lansia, rentan terserang penyakit pernapasan.

Lebih lanjut, Yahya Zaini juga menggarisbawahi perlunya Kemenkes tidak hanya fokus pada penanganan medis bagi penderita ISPA, tetapi juga melakukan upaya pencegahan yang lebih masif. Edukasi kepada masyarakat mengenai cara melindungi diri dari paparan asap, penyediaan masker, serta pemantauan kualitas udara secara berkala menjadi beberapa poin penting yang diharapkan dapat diimplementasikan oleh Kemenkes. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya juga menjadi kunci untuk memastikan penanganan yang komprehensif.

Komisi IX DPR RI berharap Kemenkes dapat segera menyusun strategi penanganan yang jelas dan terukur, termasuk alokasi anggaran yang memadai untuk mengatasi krisis kesehatan ini. Penanganan yang sigap diharapkan dapat mencegah bertambahnya jumlah penderita ISPA dan memulihkan kondisi kesehatan masyarakat Kalimantan Barat secepatnya dari ancaman kabut asap karhutla.

Bagikan: Facebook X WhatsApp