Thursday, 23 July 2026
BREAKING
DUNIA

Yaman Bertekad Hidupkan Kembali Ekspor Minyak di Tengah Blokade Houthi

Oleh Heni Maulidya July 23, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Pemerintah Yaman, di bawah kepemimpinan Presiden Rashad al-Alimi, menyatakan komitmen kuat untuk memulihkan kembali ekspor minyak negara itu. Langkah ini diambil dengan dukungan penuh dari Arab Saudi, dan direncanakan akan dimulai pada Senin, 20 Juli.

Keputusan ini diambil menyusul situasi yang terus memburuk akibat blokade yang dilakukan oleh kelompok Houthi. Presiden al-Alimi menekankan bahwa upaya pemulihan ekspor minyak ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menstabilkan perekonomian negara yang dilanda konflik berkepanjangan. Dukungan dari Arab Saudi menjadi krusial dalam merealisasikan rencana ambisius ini, mengingat tantangan logistik dan keamanan yang dihadapi.

Dalam pernyataannya, Presiden al-Alimi menyampaikan, “Kami akan bekerja keras untuk memastikan ekspor minyak kembali berjalan normal. Ini adalah prioritas utama kami untuk memulihkan pendapatan negara dan menopang kebutuhan dasar rakyat Yaman.” Beliau menambahkan bahwa pemerintahannya tidak akan gentar menghadapi segala bentuk hambatan yang berusaha menggagalkan upaya pemulihan ini. Dukungan dari koalisi pimpinan Arab Saudi diharapkan dapat memberikan jaminan keamanan yang memadai bagi fasilitas minyak dan jalur distribusi.

Seorang pejabat senior dari pemerintah Yaman yang enggan disebutkan namanya, mengonfirmasi bahwa persiapan teknis dan logistik sedang dimatangkan. “Kami telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak Arab Saudi untuk mengatasi segala potensi risiko. Target 20 Juli adalah tenggat waktu yang kami tetapkan, namun kami juga siap untuk beradaptasi jika ada kendala yang tidak terduga,” ujar pejabat tersebut. Ia juga menyebutkan bahwa pemulihan ekspor minyak ini diharapkan dapat memberikan dampak positif signifikan terhadap nilai tukar mata uang Yaman dan inflasi.

Situasi di Yaman sendiri masih sangat kompleks, dengan pertempuran sporadis yang masih terjadi di beberapa wilayah. Kelompok Houthi sebelumnya telah beberapa kali melakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan minyak, yang secara langsung merugikan perekonomian negara dan memperburuk kondisi kemanusiaan. Dengan dimulainya kembali ekspor minyak, pemerintah Yaman berharap dapat memotong sumber pendanaan Houthi dan pada saat yang sama memulihkan stabilitas ekonomi yang sangat dibutuhkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp