Xavi Alonso, pelatih baru Chelsea, mengakui bahwa lini tengah timnya menjadi masalah utama setelah timnya kalah dari Arsenal dalam pertandingan yang berlangsung sengit. Absennya Moisés Caicedo disebut menjadi salah satu faktor yang merugikan.
Berbeda dengan strategi bertahan yang pernah diterapkan Chelsea di Emirates Stadium di masa lalu, kali ini Alonso menginstruksikan timnya untuk bermain lebih agresif. “Kami ingin berkompetisi dengan cara terbaik untuk menang,” ujar Alonso usai pertandingan. “Hari ini kami tidak ingin bertahan sejak menit pertama. Kami ingin aktif.” Strategi ini sempat membuahkan hasil ketika Chelsea unggul lebih dulu melalui gol Morgan Rogers dan menciptakan beberapa peluang lainnya.
Namun, kualitas Arsenal sebagai juara bertahan terbukti lebih unggul. Kesenjangan kualitas tim, terutama di lini tengah, menjadi sorotan. Salah satu momen yang menunjukkan kelemahan ini adalah saat Declan Rice dengan leluasa menembus pertahanan Chelsea di tengah lapangan. Gol kemenangan Arsenal juga tak lepas dari kelengahan Reece James yang kehilangan jejak Martin Ødegaard, kapten Arsenal yang kemudian melepaskan tembakan ke gawang Emiliano Martínez.
Situasi ini mengingatkan pada pernyataan José Mourinho pada April 2015, ketika ia menyebut “sepuluh tahun tanpa gelar itu membosankan” sebagai respons terhadap kritik dari fans Arsenal setelah hasil imbang 0-0. Kini, Alonso berupaya mengubah mentalitas timnya untuk lebih berani bersaing dan meraih kemenangan.
