Klub sepak bola Inggris, West Ham United, secara tegas mengecam sebuah nyanyian yang dinilai “menyinggung dan memecah belah” yang dilantunkan oleh sebagian pendukungnya. Nyanyian tersebut, yang berkaitan dengan pemain sayap asal Israel mereka, Manor Solomon, dan mengandung pesan anti-Palestina, pertama kali terdengar saat pertandingan tandang melawan Burnley pada hari Minggu lalu, yang berakhir imbang 2-2.
Menyikapi insiden tersebut, West Ham United telah mengeluarkan imbauan kepada seluruh penggemarnya untuk menghentikan nyanyian yang dimaksud. Klub menekankan bahwa tindakan tersebut tidak sejalan dengan nilai-nilai yang dipegang oleh West Ham. Imbauan ini disampaikan menjelang pertandingan kandang pertama The Hammers di Championship musim ini melawan Charlton yang dijadwalkan pada hari Sabtu mendatang.
Klub menegaskan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan menghormati semua individu. Melalui pernyataan resmi, West Ham menyerukan agar para penggemar menahan diri dari menyanyikan chant tersebut, yang dinilai dapat menimbulkan dampak negatif dan memecah belah di kalangan suporter.
