Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
BERITA

Tulang Kaki Dominasi Kasus Patah Akibat Cedera di Seluruh Dunia

Oleh Emanuel August 11, 2026 60 minutes lalu 0 komentar

Secara global, tulang pada bagian kaki, khususnya pergelangan kaki, tercatat sebagai bagian tubuh yang paling sering mengalami patah. Data tahun 2019 menunjukkan angka mencengangkan, dengan total 178 juta kasus patah tulang baru terjadi di seluruh dunia, mengindikasikan tingginya insiden cedera yang melibatkan kerangka tubuh manusia.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal bergengsi The Lancet’s Bone & Joint Injury ini menganalisis data dari 190 negara dan mengidentifikasi pola patah tulang yang mengejutkan. Selama periode penelitian, para peneliti menemukan bahwa lebih dari separuh dari seluruh kasus patah tulang yang dilaporkan terjadi pada tulang kaki. Angka ini jauh melampaui perkiraan sebelumnya dan menyoroti kerentanan ekstremitas bawah terhadap cedera.

Dr. Mohsen Mazidi, penulis utama studi dari Imperial College London, mengungkapkan temuan kunci ini. “Kami menemukan bahwa lebih dari 50% dari semua patah tulang yang terjadi adalah pada kaki, termasuk pergelangan kaki dan tulang metatarsal,” jelasnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan penting mengenai pencegahan dan penanganan cedera pada bagian tubuh yang vital untuk mobilitas sehari-hari.

Lebih lanjut, penelitian ini juga menggarisbawahi bahwa patah tulang bukanlah masalah yang terisolasi pada negara-negara maju. Justru, angka kejadian patah tulang lebih tinggi tercatat di negara-negara berpenghasilan menengah ke bawah. Hal ini mungkin berkaitan dengan tingkat aktivitas fisik yang lebih tinggi, kondisi pekerjaan yang lebih berisiko, serta akses yang terbatas terhadap layanan kesehatan preventif dan kuratif.

Patah tulang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari kecelakaan lalu lintas, jatuh dari ketinggian, hingga aktivitas olahraga yang intens. Cedera ini tidak hanya menimbulkan rasa sakit yang hebat, tetapi juga dapat menyebabkan disabilitas jangka panjang, memengaruhi kualitas hidup penderitanya, dan memberikan beban ekonomi yang signifikan bagi sistem kesehatan global.

Temuan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan, baik dalam aktivitas sehari-hari maupun saat berolahraga. Selain itu, hasil studi ini juga menjadi landasan bagi para pembuat kebijakan dan profesional kesehatan untuk merancang strategi pencegahan dan penanganan patah tulang yang lebih efektif, terutama di wilayah dengan tingkat kejadian yang tinggi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp