Monday, 3 August 2026
BREAKING
DUNIA

Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Dimulai Hari Ini, Eskalasi Ketegangan Tak Jadi Penghalang

Oleh Heni Maulidya August 3, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa negosiasi baru dengan Iran akan segera dimulai pada hari ini, Senin (3/8). Klaim ini disampaikan Trump terlepas dari adanya aksi saling serang yang terus terjadi antara kedua negara, menunjukkan potensi dimulainya babak baru dalam hubungan bilateral yang tegang.

Pernyataan Trump ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran. Meskipun terjadi saling ancam dan serangan, Trump tetap optimis bahwa dialog akan terjalin. Ia mengutarakan pandangannya mengenai kemungkinan diadakannya pembicaraan baru, yang menandakan adanya celah diplomasi di tengah situasi yang memanas.

Menurut laporan dari Associated Press, Trump menyatakan, “Kami akan memulai negosiasi dengan Iran.” Pernyataan ini dilontarkan Trump saat memberikan keterangan pers di Gedung Putih. Namun, tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan mengenai pihak mana dari Iran yang akan terlibat dalam negosiasi tersebut, maupun mengenai jadwal pasti atau lokasi pembicaraan.

Klaim Trump ini sedikit berbeda dengan pernyataan sebelumnya dari pejabat tinggi Iran. Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif pada hari Minggu (2/8) telah menyatakan bahwa Iran tidak akan bernegosiasi ulang mengenai kesepakatan nuklir tahun 2015, yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA). Zarif menegaskan bahwa Iran hanya akan melanjutkan kembali komitmennya pada kesepakatan tersebut jika Amerika Serikat mencabut sanksi yang telah dijatuhkan.

“Kami tidak akan bernegosiasi ulang mengenai JCPOA. Kami akan kembali mematuhi kesepakatan tersebut jika AS mencabut sanksi,” ujar Zarif, seperti dikutip oleh Associated Press. Pernyataan ini menunjukkan posisi Iran yang tegas dalam menuntut pencabutan sanksi sebagai prasyarat utama untuk kembali terlibat dalam dialog terkait kesepakatan nuklir.

Sebelumnya, ketegangan antara kedua negara meningkat tajam setelah serangan rudal Iran terhadap dua pangkalan militer di Irak yang menampung pasukan AS pada awal Januari lalu. Serangan tersebut merupakan balasan atas tewasnya Jenderal Iran Qassem Soleimani dalam serangan drone AS di Baghdad.

Bagikan: Facebook X WhatsApp