Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melancarkan serangan verbal terhadap ideologi komunisme. Dalam pidato yang disampaikannya menjelang peringatan Hari Kemerdekaan AS, Trump memperingatkan bahaya komunisme yang disebutnya mengancam masa depan Negeri Paman Sam.
Mengutip laporan Reuters, Trump menuding kelompok progresif di Partai Demokrat dan sebagian pendatang baru sebagai pembawa ideologi yang dianggapnya bertentangan dengan nilai-nilai fundamental Amerika. Ia secara tegas mengajak seluruh warga Amerika untuk mempertahankan nilai kebebasan yang telah diwariskan oleh para pendiri bangsa.
"Sekarang terjadi ancaman komunisme di negeri kita," ujar Trump saat berpidato di Monumen Mount Rushmore, South Dakota, pada Jumat (3/7). Ia menambahkan, ancaman itu juga datang dari para pendatang baru yang memeluk ide-ide yang sepenuhnya bertentangan dengan cara hidup dan kesuksesan besar Amerika.
Presiden Trump menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan tinggal diam menghadapi ancaman tersebut. Ia bahkan menyerukan agar para pendatang yang dianggap membawa paham komunisme segera dideportasi dari Amerika Serikat.
"Kita akan mengalahkan komunisme dengan cepat," tegas Trump. "Kita akan mengusir mereka dan terus membangun negara ini lebih besar, lebih baik, dan lebih kuat. Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis," janjinya di hadapan pendukungnya.
Pernyataan ini menjadi salah satu pernyataan paling keras Trump mengenai isu komunisme dalam beberapa pekan terakhir. Ia telah berulang kali menyebut kemenangan sejumlah kandidat progresif dari Partai Demokrat sebagai ancaman serius bagi Amerika Serikat.
Trump mengaitkan isu ini dengan pemilihan paruh waktu (midterm election) yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang. Menurutnya, Partai Republik hanya akan mengalami kekalahan jika gagal mempertahankan dukungan dari para pemilih.
Retorika Trump semakin menguat setelah empat kandidat progresif, termasuk tiga di antaranya berhaluan democratic socialist, berhasil memenangi pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di New York City dan Colorado. Kemenangan serupa juga diraih kandidat progresif di beberapa negara bagian lain seperti Kentucky, New Jersey, Ohio, Pennsylvania, dan Texas.
Pekan lalu, Trump bahkan sempat menyebut kemenangan kubu progresif itu sebagai ancaman terbesar bagi Amerika sejak negara ini berdiri.
Pidato Trump ini disampaikan di tengah situasi warga AS yang masih menghadapi tekanan inflasi dan tingginya harga bahan bakar. Kondisi ini diperparah oleh ketegangan yang terjadi antara Amerika Serikat, Israel, dengan Iran.











