JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pasar ponsel pintar pada tahun 2026 kembali diramaikan oleh tren desain yang mengutamakan ketipisan. Namun, kali ini inovasi tidak hanya berhenti pada estetika. Sejumlah produsen global mulai merilis perangkat dengan ketebalan bodi yang impresif, mulai dari 6 hingga 7 milimeter, namun tetap dibekali kapasitas baterai besar dan fitur layar AMOLED yang kini menjadi standar. Yang lebih mengejutkan, beberapa model bahkan hadir dengan ketebalan hanya 5,95 milimeter, melampaui banyak ponsel flagship, dengan banderol harga yang sangat terjangkau, bahkan di bawah Rp 4 juta.
Journalarta.com telah menghimpun lima rekomendasi ponsel tipis terbaik di bawah Rp 5 juta untuk tahun 2026, berdasarkan data resmi dan spesifikasi yang beredar hingga pertengahan Juni 2026. Perlu dicatat, harga yang tertera dapat sedikit bervariasi antar toko, dan beberapa model mungkin belum secara resmi diluncurkan di pasar Indonesia.
Salah satu bintang dalam daftar ini adalah Tecno Camon Slim, yang memimpin dengan ketebalan hanya 6,39 milimeter. Keunggulannya tidak hanya pada desain yang ultra-tipis, tetapi juga dibekali baterai berkapasitas 5.600 mAh. Perangkat ini mengusung layar 6,78 inci berteknologi AMOLED dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 144Hz, ditenagai oleh chipset MediaTek Helio G200 Ultimate. Pilihan memori yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 8GB RAM dengan penyimpanan 128GB hingga 256GB. Sektor fotografi dipercayakan pada kamera utama 50MP yang menggunakan sensor Sony Lytia 600, serta kamera depan 32MP untuk kebutuhan swafoto. Keamanan dan ketahanan perangkat ini juga patut diacungi jempol, dengan sertifikasi IP69 dan IP68 yang menjamin ketahanan terhadap air dan debu.
Pertanyaan besar yang muncul adalah bagaimana Tecno bisa menyematkan baterai sebesar 5.600 mAh ke dalam bodi setipis itu. Jawabannya terletak pada penggunaan teknologi baterai silikon-karbon yang memungkinkan kapasitas besar dalam ukuran fisik yang lebih ringkas. Meskipun demikian, Camon Slim memiliki satu kekurangan, yaitu hanya memiliki satu lensa kamera belakang dan tidak dilengkapi dengan lensa ultrawide. Chipset Helio G200 sendiri lebih difokuskan pada efisiensi daya daripada performa gaming kelas berat. Hingga saat ini, harga resmi Tecno Camon Slim di Indonesia belum diumumkan, meskipun versi globalnya telah dirilis pada 22 Juni 2026.
Posisi selanjutnya ditempati oleh Tecno Pova Slim 5G, yang secara mengejutkan menawarkan bodi yang lebih tipis lagi, yaitu 5,95 milimeter, dengan kapasitas baterai 5.160 mAh. Ponsel ini juga dilengkapi layar AMOLED 6,78 inci, dipersenjatai chipset Dimensity 6400, RAM 8GB, dan penyimpanan internal 128GB. Sistem kamera terdiri dari dua lensa belakang (50MP + 2MP) dan kamera depan 13MP. Kemampuan pengisian daya cepat 45W juga menjadi nilai tambah.
Tecno Pova Slim 5G direkomendasikan sebagai salah satu ponsel 5G tertipis di segmen harga di bawah Rp 4 juta. Desainnya yang bernuansa gaming tetap mempertahankan profil bodi yang ramping. Perangkat ini sudah beredar sejak September 2025, sehingga harganya lebih mudah diakses, diperkirakan sekitar Rp 3,8 juta atau setara 19.990 Rupee di India. Meskipun kapasitas baterainya sedikit lebih kecil dibandingkan Camon Slim, dan kecepatan pengisian dayanya 45W masih kalah dari 60W, Pova Slim 5G menawarkan paket menarik bagi pengguna yang mencari konektivitas 5G dalam bodi yang sangat tipis.
Beralih ke lini Infinix, Infinix Note 50 Pro hadir dengan ketebalan 7,32 milimeter dan baterai 5.000 mAh. Meskipun sedikit lebih tebal dari dua model Tecno sebelumnya, perangkat ini menawarkan paket multimedia yang menggiurkan. Layarnya berukuran 6,78 inci AMOLED dengan kemampuan menampilkan 1 miliar warna. Dapur pacunya ditenagai oleh chipset Helio G100 Ultimate, didukung RAM 8GB yang dapat diperluas dengan RAM virtual hingga 8GB, serta penyimpanan UFS 128GB. Sektor fotografi diperkuat oleh kamera utama 108MP. Perkiraan harganya berada di kisaran US$200 atau sekitar Rp 3 jutaan.
Kombinasi layar yang memukau dan kapasitas RAM yang besar menjadikan Infinix Note 50 Pro pilihan yang nyaman untuk menikmati konten hiburan seperti menonton film atau bermain game ringan, serta menemani aktivitas harian. Bobotnya yang ringan juga membuatnya mudah digenggam. Namun, ketebalan 7,32 milimeter memang bukan yang tertipis di kelasnya, dan chipset Helio G100 masih berada di level menengah.
Bagi yang mencari opsi 5G dengan kamera mumpuni, Redmi Note 14 5G bisa menjadi pertimbangan. Ponsel ini memiliki ketebalan 7,35 milimeter dan menonjolkan kamera utama 108MP dengan teknologi Optical Image Stabilization (OIS). Layarnya mengusung panel AMOLED dengan bezel yang sangat tipis dan refresh rate tinggi, didukung oleh RAM 8GB. Harga perilisannya di Indonesia diperkirakan sekitar US$245 atau Rp 3,7 jutaan.
Dengan ketebalan 7,35 milimeter, Redmi Note 14 5G sudah masuk dalam kategori ponsel tipis untuk standar tahun 2026. Desain bezel tipis berpadu dengan layar AMOLED memberikan kesan perangkat yang lebih ramping saat digenggam. Kemampuan OIS pada kamera 108MP menjadi nilai jual utama bagi para penggemar fotografi yang menginginkan hasil gambar lebih stabil. Namun, harganya yang mendekati Rp 4 juta dan informasi mengenai kapasitas baterai yang tidak disebutkan secara menonjol perlu menjadi pertimbangan.
Terakhir, bagi pengguna dengan anggaran terbatas, Infinix Hot 60i menawarkan solusi menarik dengan harga sekitar US$65 atau Rp 1 jutaan. Ponsel ini hadir dengan ketebalan 7,7 milimeter, layar 6,7 inci dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan 700 nits, chipset Helio G81 Ultimate, serta pilihan RAM 6GB atau 8GB. Kapasitas baterai 5.160 mAh diklaim memiliki daya tahan hingga lima tahun.
Infinix Hot 60i sangat cocok sebagai ponsel utama bagi pelajar atau sebagai perangkat sekunder. Meskipun menjadi yang paling tebal di antara daftar ini dan menggunakan layar IPS, bukan AMOLED, paket yang ditawarkan dengan harga Rp 1 jutaan tetap sangat masuk akal dan fungsional untuk kebutuhan dasar.
Membandingkan spesifikasi utama dari kelima ponsel ini dalam sebuah tabel ringkasan, dapat terlihat perbedaan mendasar dalam hal ketebalan, harga, chipset, dan kapasitas baterai. Tecno Camon Slim memimpin dalam hal tipis dan kapasitas baterai, namun belum ada informasi harga resmi di Indonesia. Tecno Pova Slim 5G menawarkan kombinasi 5G dan bodi super tipis di bawah Rp 4 juta. Infinix Note 50 Pro dan Redmi Note 14 5G menonjolkan kemampuan kamera dan layar yang baik, sementara Infinix Hot 60i menjadi pilihan paling terjangkau.
Sebelum memutuskan pembelian, penting untuk mempertimbangkan kebutuhan spesifik. Jika prioritas utama adalah desain paling tipis dengan daya tahan baterai luar biasa, Tecno Camon Slim (menunggu peluncuran di Indonesia) dengan ketebalan 6,39 mm dan baterai 5.600 mAh menjadi kandidat terkuat. Bagi yang membutuhkan konektivitas 5G dengan bodi ramping di bawah Rp 4 juta, Tecno Pova Slim 5G dengan ketebalan 5,95 mm adalah pilihan yang sudah tersedia.
Bagi para pecinta fotografi, Infinix Note 50 Pro atau Redmi Note 14 5G dengan kamera 108MP dapat menjadi alternatif. Sementara itu, jika anggaran menjadi kendala utama dan hanya membutuhkan ponsel fungsional, Infinix Hot 60i dengan harga sekitar Rp 1 jutaan sudah lebih dari memadai.
Penting untuk diingat bahwa bodi yang sangat tipis seringkali berarti ruang pendingin yang lebih terbatas, sehingga performa gaming yang setara dengan ponsel flagship mungkin tidak dapat diharapkan. Pemilihan ponsel sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan penggunaan sehari-hari, mulai dari produktivitas, hiburan, hingga kebiasaan memotret.
Meskipun tren ponsel tipis semakin diminati di tahun 2026, aspek performa dan fungsionalitas tetap menjadi pertimbangan utama bagi konsumen. Dengan semakin banyaknya inovasi teknologi baterai dan material desain, produsen terus berupaya menghadirkan perangkat yang tidak hanya indah dipandang tetapi juga tangguh dalam penggunaan sehari-hari, tanpa menguras dompet.











