Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mematangkan persiapan untuk mengoperasikan armada bus Transjakarta yang menggunakan teknologi hidrogen. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemprov DKI untuk meningkatkan kualitas udara di Ibu Kota sekaligus mendorong penggunaan energi terbarukan dalam transportasi publik.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengungkapkan bahwa uji coba bus berbahan bakar hidrogen ini ditargetkan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Jadi, kami sedang mematangkan infrastruktur pendukungnya,” ujar Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta pada Kamis (28/3/2024).
Infrastruktur yang dimaksud mencakup pembangunan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen. Syafrin menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Pertamina (Persero) terkait hal ini. Ia optimis bahwa Pertamina dapat menyediakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung operasional bus hidrogen.
Rencana penggunaan bus hidrogen ini sejalan dengan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan polusi udara. Bus hidrogen sendiri dikenal sebagai transportasi yang ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang seperti karbon dioksida (CO2) atau partikulat. Satu-satunya produk sampingan dari pembakaran hidrogen adalah uap air.
Sebelumnya, PT Transjakarta telah melakukan penjajakan terkait penggunaan bus listrik. Namun, dengan adanya perkembangan teknologi hidrogen, Pemprov DKI melihat potensi besar untuk mengadopsi teknologi ini sebagai alternatif yang lebih bersih. Uji coba ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai efektivitas dan efisiensi bus hidrogen dalam operasional Transjakarta.
Detail mengenai jumlah armada yang akan diuji coba, rute operasional, serta jadwal pasti peluncuran belum diumumkan secara rinci. Namun, pernyataan Syafrin Liputo menegaskan keseriusan Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan transportasi publik yang lebih hijau dan berkelanjutan di masa depan.
