Transformasi Visual Jantung Ibu Kota: The Iconic Thamrin Hadirkan Layar LED 3D Anamorphic Raksasa di Thamrin

Wibowo

JAKARTA – Wajah Ibu Kota Jakarta semakin modern dengan hadirnya The Iconic Thamrin, sebuah layar LED 3D berteknologi anamorphic canggih yang resmi diluncurkan oleh perusahaan media luar ruang City Vision. Berlokasi strategis di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, layar digital raksasa beresolusi 8K ini diharapkan menjadi penanda visual baru yang akan memperkuat citra Jakarta sebagai kota metropolitan yang dinamis dan berkelas dunia. Peluncuran inovasi visual ini berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026.

Terpasang megah di gedung Plaza Indonesia dan menghadap langsung ke Halte Bundaran Hotel Indonesia, The Iconic Thamrin memanfaatkan teknologi anamorphic untuk menciptakan ilusi visual tiga dimensi yang memukau. Teknologi ini mampu menghadirkan kedalaman dan perspektif yang unik, seolah objek keluar dari layar, menarik perhatian ribuan pengguna jalan dan masyarakat yang melintas setiap harinya.

Salah satu tayangan perdana yang memukau saat peluncuran adalah lanskap hutan tropis lengkap dengan burung cenderawasih yang anggun. Burung-burung itu tampak melayang dan bergerak keluar dari layar, memberikan pengalaman visual yang sangat realistis dan imersif. Dengan ukuran sekitar 65 meter x 17,2 meter dan resolusi hingga 8K, layar LED ini menjamin tampilan yang tajam, detail, dan warna yang hidup, setara dengan standar kualitas internasional.

Meyrick Sumantri, Co-Founder & Co-CEO City Vision, menjelaskan alasan pemilihan kawasan Thamrin sebagai lokasi The Iconic Thamrin. Menurutnya, Thamrin merupakan salah satu wajah utama Jakarta yang menjadi titik temu berbagai aktivitas krusial, mulai dari bisnis, transportasi, pariwisahan, hingga ruang publik. Area ini adalah representasi nyata dari denyut nadi Ibu Kota.

Melalui The Iconic Thamrin, City Vision memiliki visi untuk menghadirkan media digital yang tidak hanya sekadar papan iklan, tetapi juga menyatu dengan dinamika kawasan dan memperkuat identitas Jakarta sebagai kota modern. "Kami ingin menghadirkan sebuah platform yang menyatu dengan ritme kota dan menjadi bagian dari pengalaman masyarakat sehari-hari," ujar Meyrick saat peluncuran. Ia menambahkan bahwa keberadaan layar ini bukan sekadar menambah jumlah media luar ruang, melainkan bagian dari transformasi wajah kota melalui pemanfaatan teknologi visual mutakhir.

Perpaduan lokasi yang sangat strategis dengan teknologi visual terkini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan Thamrin secara signifikan. Selain itu, proyek ini juga membuka peluang baru bagi berbagai merek untuk menjangkau masyarakat secara lebih efektif dan inovatif. Ini adalah langkah maju dalam industri media luar ruang di Indonesia.

Juliana Kumala, Co-Founder & Co-CEO City Vision lainnya, menambahkan bahwa The Iconic Thamrin menetapkan standar baru dalam industri media luar ruang di Indonesia. Dengan teknologi 3D anamorphic beresolusi 8K, layar ini mampu menghadirkan tampilan yang jauh lebih hidup dan realistis. Kualitas ultra-high-definition yang ditawarkan setara dengan standar internasional, menempatkan Jakarta sejajar dengan kota-kota global lainnya dalam hal inovasi media luar ruang.

"Teknologi ini memberikan pengalaman yang lebih imersif bagi masyarakat," kata Juliana. Baginya, inovasi bukan hanya tentang kecanggihan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat dipadukan dengan storytelling yang kuat. Tujuannya adalah membangun koneksi emosional yang lebih dalam dengan audiens dan menjadikan konten visual lebih bermakna.

Di tengah padatnya aktivitas dan hiruk pikuk kawasan Thamrin, The Iconic Thamrin hadir sebagai lebih dari sekadar layar digital berukuran besar. Ia dirancang sebagai ruang visual yang menampilkan berbagai konten kreatif yang memanjakan mata. Kehadiran ikon baru ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik kawasan, mendukung aktivitas ekonomi, serta menjadi penanda visual baru bagi Jakarta yang terus berkembang pesat sebagai kota global.

David Sommer, Executive Vice President Strategy City Vision Indonesia, mengungkapkan bahwa The Iconic Thamrin dirancang untuk menghadirkan pengalaman visual berkelas dunia di ruang publik Jakarta. "Kami ingin menghadirkan pengalaman visual seperti yang bisa ditemui di kawasan ikonik dunia seperti di Tokyo maupun New York," jelas David, menyoroti ambisi untuk menyajikan kualitas visual yang kompetitif secara global.

Dalam sesi terpisah, Chief Commercial Officer (CCO) Pluang, Stella Lukman, menyambut baik kehadiran media digital ini. Ia menilai The Iconic Thamrin semakin menghidupkan suasana pusat Jakarta. Lokasi yang setiap hari dipadati masyarakat membuat tampilan visual yang menarik menjadi bagian integral dari pengalaman warga, baik saat berangkat maupun pulang kerja.

Menurut Stella, selain mempercantik kawasan, media digital di lokasi strategis seperti Thamrin juga memberikan nilai tambah signifikan bagi aktivitas bisnis. Tingginya mobilitas masyarakat membuat merek lebih mudah menjangkau publik dan memperkuat kehadirannya. Di era digital ini, membangun relevansi dengan masyarakat tidak cukup hanya melalui kanal daring, tetapi juga dengan hadir di ruang publik yang menjadi bagian dari keseharian warga. "Lokasi yang strategis dan ikonik memungkinkan brand untuk hadir secara kontekstual dan membangun koneksi yang lebih kuat dengan audiens," paparnya.

Senada, Executive Vice President CIMB, Amir Widjaya, mengemukakan bahwa kehadiran media digital di kawasan Thamrin membantu perusahaannya menjangkau masyarakat secara lebih efektif. Kawasan ikonik ini merupakan titik temu berbagai kalangan, menjadikannya lokasi strategis bagi merek untuk meningkatkan visibilitas dan membangun kedekatan dengan publik. "Semakin sering sebuah merek terlihat di lokasi yang tepat, semakin besar dampaknya terhadap kepercayaan masyarakat," tutur Amir.

Dari perspektif industri luxury retail, General Manager Lifestyle LUXASIA Indonesia, Hendra Purjaka, juga memberikan pandangannya. Ia menilai lokasi dan konteks adalah faktor penting dalam membangun citra dan pengalaman sebuah merek mewah. Menurutnya, kehadiran di kawasan ikonik seperti Thamrin tidak hanya meningkatkan visibilitas, tetapi juga memperkuat posisi merek di mata konsumen. Oleh karena itu, koridor utama Jakarta ini memiliki nilai strategis yang tak terbantahkan bagi industri luxury. "Konsumen luxury kini tidak hanya mencari produk, tetapi juga pengalaman. Karena itu, dibutuhkan media yang mampu menyampaikan cerita merek secara autentik dan berkesan," pungkas Hendra.

The Iconic Thamrin tidak hanya menjadi tonggak baru dalam industri media luar ruang di Indonesia, tetapi juga simbol kemajuan Jakarta sebagai kota global yang terus berinovasi. Dengan teknologi canggih dan lokasi strategis, layar LED 3D anamorphic ini siap menjadi ikon visual yang tak hanya mempercantik kota, tetapi juga memberikan pengalaman visual yang imersif dan tak terlupakan bagi jutaan pasang mata. Ini menandai era baru bagi branding kota dan peluang komersial di jantung Ibu Kota.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All