Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) tiba-tiba diwarnai dengan transaksi jumbo yang mencurigakan. Sebanyak 150 juta lembar saham berpindah tangan pada harga Rp5.070 per saham. Angka ini terpaut jauh di bawah harga pasar yang saat itu bertengger di level Rp7.000.
Transaksi besar ini terjadi pada penutupan perdagangan, Senin (24/6/2024). Detail mengenai transaksi ini diungkapkan oleh data dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Pergerakan harga yang signifikan dan selisih harga yang mencolok ini tentu menimbulkan pertanyaan di kalangan pelaku pasar.
Pihak manajemen PT Singaraja Putra Tbk sendiri belum memberikan keterangan resmi terkait transaksi mencurigakan ini. Keheningan dari emiten yang bergerak di sektor properti dan konstruksi ini semakin menambah misteri di balik lonjakan volume perdagangan saham SINI.
Seorang analis pasar modal yang enggan disebutkan namanya menilai bahwa transaksi semacam ini bisa jadi merupakan aksi borong saham oleh investor besar. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain yang belum terungkap. “Biasanya, transaksi besar di bawah harga pasar bisa menandakan adanya negosiasi langsung antara pembeli dan penjual di luar mekanisme bursa, atau bisa juga ada informasi yang belum tersampaikan ke publik,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa fluktuasi harga saham SINI yang cukup volatil dalam beberapa waktu terakhir juga perlu dicermati. Investor diimbau untuk berhati-hati dan mencermati perkembangan informasi lebih lanjut mengenai emiten ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi lebih lanjut dari otoritas bursa maupun manajemen PT Singaraja Putra Tbk mengenai asal-usul dan tujuan dari transaksi jumbo tersebut. Peristiwa ini tentu akan terus menjadi sorotan para pelaku pasar di tengah ketidakpastian ekonomi saat ini.
